Usai Dilantik, Pendukung Pilkades Jeneponto Saling Tikam di Malam Tahun Baru

oleh -
oleh

Makassar, mitrasulawesi.id – Sehari setelah pelantikan 30 kades terpilih oleh Bupati Jeneponto, atas rekomendasi Dinas PMD, yang diduga rawan kecurangan saling bacok antara pendukung kalah dan pendukung menang di Desa Bulusuka, Kecamatan Bontoramba, tepatnya malam tahun baru, Selasa (31/12/19).

Pertumpahan darah ini sedikitnya 4 korban luka akibat senjata tajam dilarikan ke rumah sakit, Rumah Sakit Lanto Dg. Pasewang Jeneponto, RS. H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar, dan RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Korban bernama Rahman yang berada di RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar masih kritis diruang ICU, sementara seorang korban lainnya Dg. Gassing juga baru saja dirujuk ke Makassar dari RS. H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar.

Dok foto batarapos.com

Kedua korban adalah merupakan warga Desa Bulusuka, yang mengalami luka parah terkena senjata tajam dan nyaris tewas, seperti Rahman dengan luka tikaman di perut hingga usus terburai keluar, sementara Dg. Gassing dengan luka bekas tikaman dipinggang bagian belakang dan kepala, keduanya adalah tim pendukung kandidat nomor urut 3.

Baca Juga:  Peduli Sosial, Kodim 1420 Sidrap Beri 3 RTLH

Sementara para pelaku penikaman disebut bernama Tompo dan Sodding, menurut pengakuan keluarga korban juga mengalami luka dan dirawat di RS. Lanto Dg.Pasewang Jeneponto dengan sejumlah luka senjata tajam, keduanya juga adalah timses kandidat lainnya dengan nomor urut 1 atau dilantik versi Instansi PMD.

“Saya hanya berlima saja sementara mereka banyak sekali”, tutur Dg.gassing yang baru saja tiba di RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo atas rujukan RS.H.Padjonga Dg.Ngalle Takalar.

Mereka memancing keributan dengan membunyikan petasan tepat di depan rumah para pendukung kandidat nomor 3. Lalu mendapat teguran kemudian salah satu pelaku melakukan pemukulan.

“Mereka sengaja membunyikan petasan didepan rumah itu dimana ada orang yang lagi sakit, sehingga ditegur tapi mereka melakukan pemukulan dan melakukan penyerangan,” tandasnya.

Baca Juga:  Perahu Rombongan Pesta Pengantin Tenggelam di Pulau Polassi Satu Orang Meninggal

Informasi dari sumber lain juga layak percaya mengatakan bahwa saat kejadian Kades yang sudah dilantik di Desa Bulusuka sedang merayakan pesta pora kemenangan yang bertepatan dengan malam pergantian tahun atau tepat malam tahun baru.

“Mereka sedang berpesta dirumah salah satu tim suksesnya dan mengundang massa dari luar, kemudian Kades terpilih saat itu sedang ikut bernyanyi diantara sebagian pendukunggnya yang menikmati minuman keras,” paparnya tidak ingin diekspos namanya.

Samsiah Dg. Bulan Istri korban Dg. Gassing yang juga terlihat turut terluka pada bahagian jari-jari kedua tangannya dalam konfirmasinya mengatakan suaminya nyaris saja tewas saat kejadian.

“Mungkin jika saya tidak ikut membantu melepaskan cekikan pelaku suami saya sudah mati, matanya sudah melihat keatas,” terangnya dalam berbahasa daerah.

Baca Juga:  Kapolres Sidrap Peduli Pemyandang Disabilitas

Seperti diketahui hasil Pilkades Desa Bulusuka mendapat sorotan karena rawan oleh kecurangan maupun pelanggaran, namun salah satu kandidat tetap dipaksakan oleh Instansi PMD untuk diikutkan dalam pelantikan para Kades.

Padahal pertumpahan darah atau keributan sebelumnya diprediksi bakal bisa saja terjadi, bahkan mengkawatirkan berkelanjutan pada waktu kedepan, apa bila pihak aparat kepolisian tidak melakukan tindakan tegas terhadap mereka yang terlibat pemicu keributan dari kasus ini, dimana salah satu rumah kediaman masyarakat saat kejadian sedang mengadakan pesta keramaian apakah mengantongi izin keramaian dari aparat kepolisian. Sumber: Dilansir dari batarapos.com (Zul)


Eksplorasi konten lain dari mitra sulawesi

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan Balasan