Dibolehkan Dalam Ilmu Kedokteran Tapi Kalau Keseringan Bisa Fatal

oleh -

Jakarta, mitrasulawesi.id – Sebanyak 99 persen pria lajang alias jomlo terutama kalangan muda suka memuaskan diri sendiri.

Para pria muda melakukan kegiatan memuaskan diri sendiri karena cairan prianya terlanjur penuh. Biasanya, kalau tidak dikeluarkan, akan merangsang tumbuhnya jerawat dan kepala cenat-cenut.

Kesenangan memuaskan diri sendiri bagi pri lajang diungkap Seksolog Indonesia, dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS, menurutnya sebanyak 99 persen.

Belum lagi ditambah tingginya fantasi para pria muda yang sering melihat tontonan film panas, bacaan maupun gambar yang mengandung adegan layak sensor.

“Anak muda sekarang banyak yang jerawatan, lesu, itu karena fantasinya terlalu tinggi. Hormon testosteron pun meningkat tajam sehingga terpaksa harus mengeluarkan cairan prianya sendiri,” kata Dokter Boyke dilansir dari jppn.com dalam kanal pribadinya di YouTube.

Sebenarnya, kata Boyke, memuaskan diri sendiri bagi para pria lajang dibolehkan dalam ilmu kedokteran.

Namun, ada batasannya, maksimal dua kali dalam sepekan karena kantong cairan pria penuh setiap tiga hari. Dia menyarankan, jangan sering-sering memuaskan diri sendiri karena akan berakibat fatal.

Selain wajah kelihatan tua, badan tidak segar, juga akan memengaruhi psikologi si pria.

“Ketika dia menikah, dia lebih tertarik memuaskan dirinya sendiri daripada berhubungan dengan istrinya. Nah, ini harus diwaspadai wanita,” tuturnya.

Memuaskan diri sendiri juga dilakukan pria beristri. Menurut Boyke, sebanyak 63 persen pria yang sudah menikah suka memuaskan diri sendiri. Biasanya mereka melakukannya karena tidak puas dengan pelayanan istrinya.

Misalnya, kata Boyke, suaminya ingin mencoba berbagai gaya sesuai fantasinya, tetapi istrinya menolak sehingga hubungan di ranjang terasa hambar. Karena tidak puas itu maka pelampiasannya di kamar mandi.

Padahal, lanjut Dokter Boyke, memuaskan diri sendiri itu sangat melelahkan. Para pria harus memunculkan fantasinya sambil menggerak-gerakkan tangannya atau mengelus dengan kain sutra dan media lainnya.

“Itu makan waktu lebih lama dan sangat tidak mengenakkan. Lebih enak itu bila mengeluarkan cairan pria dengan istri sendiri sepekan dua kali” terangnya.

Walaupun membolehkan melakukan aktivitas memuaskan diri sendiri, Dokter Boyke mengimbau para pria lajang yang sudah layak menikah, segera mencari pasangan untuk dijadikan istri.

Sedangkan pria beristri, sebaiknya melakukan variasi agar hubungan di ranjang tetap membara. Tentunya, kata Boyke, harus diimbangi dengan para istri.

“Sejatinya hubungan suami istri itu kegiatan yang sangat enak dan mengasyikkan, banyak manfaatnya. Sangat berbeda bila melakukannya sendiri tanpa pasangan, lebih banyak efek negatifnya,” pungkasnya. (#*#)