Bupati Basli Ali Didampingi Forkopimda dan Tim Medis Kunjungi Korban Gempa

oleh -

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Pasca gempa 7,4 Magnitudo diselingi peringatan tzunami dini di Larantuka Nusa Tenggara Timur yang berdampak hingga di Kabupaten Kepulauan Selayar dan menyisahkan ratusan rumah warga rusak bahkan rata dengan tanah.

Atas kejadian gempa tersebut, guna memastikan kondisi warganya,  Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali didampingi Forkopimda, tim medis melakukan kunjungan ke lokasi terdampak di Kecamatan Pasilambena, Rabu (15/12)

Tiba Pulau Kalaotoa dan Pulau Madu Pasilambena, Bupati dan rombongan langsung meninjau dampak akibat gempa magnitudo dan menemui langsung warganya di tenda-tenda pengungsian.

Baca Juga:  Polres Selayar Gencar Patroli Pendisiplinan Protokol kesehatan, Begini Imbauan Kapolres

Di lokasi pengungsian Bupati Basli Ali langsung disambut haru masyarakat. Kedatangan Bupati di lokasi pengungsian tersebut sedikit memberi semangat baru bagi warga.

Kedatangan Bupati dan Forkpimda, oleh sebagaian warga ada yang berkeluh kesah terkait nasib keluarganya pasca tempat tinggalnya luluh lantah rata dengan tanah akibat gempa.

“Sabar yang terpenting dulu bagaimana warga semua selamat dan sehat, kita sama berdoa kondisi ini cepat berlalu, kalau ada kebutuhan seperti beras, gula, teh atau lainnya minta saja ke Kepala Desa,  sebelum bantuan dari Kabupaten tiba,” ucap Bupati seraya memberi semangat agar mereka tidak tertekan dan trauma.

Baca Juga:  Bupati Selayar Hadiri High Level Meeting TPID Provinsi Sulsel

Bupati juga menyampaikan dan memastikan akan memberikan perhatian kepada semua warga terdampak akibat gempa ini.

Dari pantauan, Gempa membuat jalan poros warga pulau Kalao Toa yang merupakan akses perekonomian rusak dan putus.

Baca Juga:  Penutupan Latihan Posko 1 Kodim 1415 Selayar Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada

Sepanjang jalan poros di pulau Kalao Toa Kecamatan Pasilambena retak dan patah, sementara sejumlah tebing disepanjang jalan yang menghubungkan 4 desa dipulau ini juga longsor dan material batu memasuki badan jalan.

Tercatat 367 rumah rusak dan jalanan poros kecamatan Pasilambena retak dan patah akibat getaran gempa. Hingga kini gempa kecil masih sering terasa di Pulau Kalao Toa. Sehingga warga  masih memilih bertahan dipengungsian. (Kominfo-IC)

Tinggalkan Balasan