Pakar Geologi Prediksi Bisa Terjadi Gempa Dahsyat 9.5 SR Tinggi Gelombang 20 M

oleh -

mitrasulawesi.id – Pakar geologi dari Brigham Young University Prof. Ron Harris yang juga peneliti di Indonesia mengatakan gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 berpotensi terulang di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Harris dalam diskusi terkait mitigasi bencana gempa bumi di Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2017 lalu mengatakan potensi tersebut didasarkan dari penelitian endapan tsunami yang dilakukan pada 2016 di beberapa wilayah selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berikut sejumlah peristiwa gempa dahsyat yang melanda Indonesia dirangkum dari sumber lain:

Sumatra Pada tahun 1833 pukul 22.00 WIB.

Diantaranya gempa dahsyat diperkirakan 8.8 sampai 9.2 SR disertai tsunami melanda pantai barat pulau sumatra.

Tsunami juga menyebabkan kerusakan parah di Maladewa, Sri Lanka, dan Seychelles.

Aceh 26 Desember tahun 2004.

Gempa yang awalnya tercatat berkekuatan 9,1 skala Richter namun telah meningkat menjadi 9,1 dan 9,3. Mengguncang hebat Pulau Sumatera, khususnya Aceh.

Menurut ilmuan NASA, gempa dan tsunami yang diperkirakan menewaskan kurang lebih 230.000 jiwa ini turut berdampak pada rotasi bumi, memperpendek durasi satu hari selama 2,68 mikrodetik.

Gempa Nias (2005), terjadi pada 28 Maret 2005 pukul 23.09 WIB.

Pusat gempanya berada sejauh 200 km sebelah barat Sibolga, di lepas pantai Pulau Sumatera, atau 1.400 km barat laut Jakarta, sekitar setengah jarak atau antara dua pulau, yaitu Pulau Nias dan Pulau Simeulue. Akibat gemba bumi ini, tercatat 1.346 orang meninggal dunia.

Pangandaran (2006)

Pada 17 Juli 2006, Pulau Jawa diguncang gempa, tepatnya di lepas Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Gempa ini berkekuatan magnitudo 7,7 dan menimbulkan gelombang tsunami.

Tinggi gelombang saat itu lebih tinggi dari perkiraan tinggi gelombang yang dihasilkan dari gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), korban yang ditimbulkan dari bencana ini adalah 668 orang tewas, 65 hilang dan diasumsikan tewas, sementara 9.299 orang mengalami luka-luka.

Jogjakarta (2006)

Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik.

Gempa Jogja merupakan salah satu gempa yang menelan banyak korban jiwa. Karena bencana itu, tercatat 6.234 orang meninggal dunia.

Padang (2009)
Gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009 ini meluluhlantakan Kota Padang dan sejumlah kota lain di Sumatera Barat.

Korban tewas akibat Gempa Bumi Padang mencapai 1.117 jiwa.

Donggala, Palu (2018)

Gempa bumi ini terjadi pada Jumat, tanggal 28 September 2018 dan terjadi beberapa kali (multiple). Gempa paling kuat sebesar 7,4 SR terjadi pada pukul 18.02 Wita (17.02 WIB), diikuti gelombang tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi bagian utara.

Korban tewas akibat peristiwa ini mencapai lebih dari 2.113 orang, 1.309 orang hilang, sementara korban luka-luka sebanyak 4.612 orang yang tersebar di berbagai rumah sakit.

Harris mengungkapkan timnya mendapatkan pola endapan tsunami purba, yakni berupa endapan pasir di dalam tanah yang terbawa saat terjadi gelombang, berupa dua garis endapan pasir.

Pola endapan tersebut memiliki hasil yang sama di lokasi-lokasi penelitian, yakni Pelabuhan Ratu Jawa Barat, Pangandaran Jawa Barat, Pacitan Jawa Timur, Bali, Lombok dan Sumba Nusa Tenggara Barat, Timor dan Waingapu Nusa Tenggara Timur.

Gunanya mengetahui pola endapan pasir tsunami purba tersebut ialah untuk mengetahui terjadinya tsunami di masa lalu sekaligus memprediksi pengulangan tsunami di masa datang.

Harris menjelaskan, selama ini masyarakat Indonesia hidup di masa tanpa aktivitas gempa bumi dan tsunami, atau disebutnya berada pada fase “tidur”.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses