Opini : Pendekatan Dan Tantangan Dalam Manajemen Pendidikan

oleh -
oleh
Penulis, Ahmad Rizaldi Mahasiswa STAI DDI Sidrap

Opini, MitraSulawesi.id– Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan menggunakan fungsi manajemen agar tercapainya tujuan secara efektif dan efisien.

pendekatan manajemen pendidikan sebagai berikut:

  1. Manajemen adalah kerjasama orang-orang Untuk mencapai tujuan sekolah yang telah dirumuskan yang membutuhkan berbagai keahilan dalam berbagai bidang pendidikan, secara internal sebuah sekolah yang ingin berkualitas membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian seperti kepala sekolah sebagai direktur, guru yang memiliki keahlian menejemen kelas yang baik, tenaga bimbingan konseling, ketatausahaan yang memiliki keterampilan dalam system manajemen informasi dan administrasi, perpustakaan membutuhkan pustakawan yang dapat mengelola perpustakaan secara efektif dan kreatifitas untuk menghidupkan suasana agar banyak dikunjungi siswa, laporan yang harus bisa mengelola penggunaan waktu, memelihara serta memanfaatkan alat dengan berdayaguna.

  2. Manajemen adalah suatu proses Seperti halnya sebuah pendidikan, manajemen adalah suatu proses, pendekatan ini menekankan perilaku sebagaimana fungsi manajemen itu sendiri yaitu proses planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, dan budgeting.

  3. Manajemen sebagai sebuah system maksudnya adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran. System disini yakni input-proses-ouput-outcome.

  4. Manajemen sebagai pengelolaan Jika kita melihat manajemen sebagai pengelolaan akan terlihat adanya pengaturan atau pengelolaan sumberdaya yang dimiliki dalam sekolah atau sumberdaya yang harus ada untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sumberdaya tersebut harus dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin.

  5. Kepemimpinan, dari pendekatan kepemimpinan, manejemen dipengaruhi oleh pemimpin. Pimpinan bisa kepala sekolah, guru, atau KTU dimana seorang pemimpin bisa mempengaruhi orang-orang untuk mencapai tujuan. Disini seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, mengambil keputusan dan pelaksana keputusan.

Baca Juga:  Opini: Peran Milenial Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Tantangan dalam manajemen pendidikan sebagai berikut.

  1. Tantangan untuk meningkatkan nilai tambah (added value), yaitu: bagaimana meningkatkan nilai tambah dalam rangka meningkatkan produktivitas, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan.

  2. Tantangan untuk melakukan pengkajian secara komprehensif dan mendalam terhadap terjadinya transformasi (perubahan) struktur masyarakat, dari masyarakat yang agraris ke masyarakat industri yang menguasai teknologi dan informasi, yang implikasinya pada tuntutan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

  3. Tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat, yaitu bagaimana meningkatkan daya saing bangsa dalam meningkatkan karya-karya yang bermutu dan mampu bersaing sebagai hasil penguasaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS).

  4. Munculnya kolonialisme politik. Dengan demikian kolonialisme kini tidak lagi berbentuk fisik, melainkan dalam bentuk informasi.
    Manajemen pendidikan tidak akan pernah bisa lepas dari empat tantangan besar yang kompleks ini. Keputusan manajemen harus mempertimbangkan faktor-faktor ini, dan karenanya memahami isu-isu globalisasi dalam dunia pendidikan menjadi keniscayaan bagi setiap para pengambil kebijakan di bidang pendidikan, baik itu di tingkat birokrat-administrator seperti Menteri Pendidikan, para Kepala Dinas, dan para manajer teknis seperti Rektor, Dekan, dan para Kepala Sekolah, dan bahkan para Guru yang mengelola pembelajaran di kelas.

Baca Juga:  Membangun Kreativitas Organisasi di Masa Pandemi

Penulis
Ahmad Rizaldi

Tinggalkan Balasan