Asal Muasal Kerajaan Gowa di Abad ke 13

oleh -
oleh

Gowa, Mitrasulawesi.id – Kabupaten Gowa bisa dilihat dari historis sejarah dimasa lampau, Goa yang saat ini di sebut Gowa sudah berjasa sejak abad ke 13, dimasa kepemimpinan Tu-Manurung Baine (Perempuan yang turun), sebagai raja pertama kerajaan Gowa.

Hal ini dibuktikan dengan beberapa peninggalan sejarah yang ada di Gowa, khususnya yang ada di wilayah Eks Istana Tamalante. Ada beberapa makam kerajaan Gowa/Tallo yang sudah menjadi saksi bisu kebesaran Kabupaten Gowa.

Sesuai dengan buku Sejarah Gowa (1669-1799) yang ditulis Syahrir Kila dan diterbitkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar, menyebutkan asal muasal terbentuk nya kerajaan Goa Purba, wilayah ini terdiri atas beberapa kelompok kaum, kemudian dalam lontar juga disebutkan bahwa Gowa purba terdiri atas beberapa negeri, yang masing-masing dikepalai penguasa yang merupakan raja kecil yang diantaranya. Tombolo, Lakiung, Saumata, Parang-Parang, Data, Angang Je’ne, Bisei, Kalling, dan Siro.

Baca Juga:  Salah Pernyataan , KLHK Hentikan Kerja sama dengan Yayasan WWF

Kesembilan kerajaan kecil ini tidak pernah rukun sehingga sering menimbulkan perselisihan di antara setiap daerah. Pada suatu ketikan pada tahun 1320, muncul sebuah cahaya yang memancar dari langit di daerah kawasan Bukit Tamalate yang nantinya menjadi Kerajaan Tamalate yang saat ini sering di sebut Katangka kecamatan Sumba Opu.

Baca Juga:  DPO Terpidana Kasus Korupsi Proyek Jalan Ditangkap Tim Pidsus Kejari Selayar

Pada saat itu di balik cahaya yang muncul tiba tiba adalah sosok wanita yang cantik jelita, yang turun dari langit menggunakan mahkota yang tidak diketahui asal muasal wanita tersebut, sehingga seluruh penduduk heran dan kegum akan sosok paras yang menawan. Apalagi pada saat itu kondisi kawasan kerajaan kecil tersebut masih berselisih paham dan mengakibatkan berjatuhan korban.

Sejak pada saat itulah sosok Tumanurung yang dianggap netral, dan tidak berpihak dari wilayah manapun sepakat untuk mengangkat Tumanurung sebagai pemimpin (Raja) pertama di kawasan Bukit Tamalate yang menaungi 9 kerajaan kecil. Hal itu di buktikan dengan adanya batu yang sering disebut Takabassia’ yang berada di kawasan makam Raja-Raja Gowa, tepatnya di dekat pintu gerbang jalan masuk makam Sultan Hasanuddin. Dan sinilah juga tempat tinggal raja Gowa pertama di abad ke-13 hingga abad ke 15 sebelum melebarkan wilayah keluasaan benteng Panyua (benteng Rotterdam) saat ini yang masih kokoh berada di ujung kota Makassar.

Baca Juga:  Camat Ujung Pandang Gelar Rakor Evaluasi Kebersihan Wilayah

Setelah membangun Benteng Pannyua, kerajaan Goa kembali membangun Benteng Sumba Opu sebagai tempat perniagaan terbesar di abad ke-16, dan hingga sampai saat ini Benteng Sumba Opu masih ada dan dijadikan kawasan Situs Sejarah oleh pemerintah daerah.(Ar/tim)

Tinggalkan Balasan