Mahasiswa KKL Bersinergi Untuk Indonesia Sehat

oleh -
oleh

Gowa, mitrasulawesi.id — Mahasiswa KKL angkatan 45 kelompok 8, kembali mengadakan seminar. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sharing session ini, mengangkat tema “Sharing Session Ekonomi Kesehatan”.

Acara ini menghadirkan Dr. Muhammad Irfai Sohilauw., S.Kom., M.M dan Dr. Muhayyina Wahidah sebagai narasumber. Pesertanya sendiri berasal dari kader-kader kesehatan Desa Panaikang, Ibu-Ibu PKK, perwakilan Puskesmas Paccelekkang dan Mahasiswa KKL.

Dr. Irfai dalam materinya Pengelolaan Keuangan Keluarga menekankan bahwa setiap keluarga itu memiliki kondisi keuangan yang berbeda-beda serta kebutuhan yang berbeda pula.

“Setiap keluarga memiliki kondisi keuangan yang berbeda-beda serta kebutuhannya yang berbda asalkan mampu mengidentifikasi berapa total pemasukan, dan menekan berapa pengeluaran, insya allah keuangan keluarga bisa dikendalikan”, tutur Irfai.

Pada kesempatan tersebut, Irfai memberikan tips pengelolaan keuangan keluarga : (1). Hitung & Catat Perkiraan pendapatan dan Pengeluaran Keluarga setiap bulan; (2). Tentukan prioritas pengeluaran; (3). Komunikasikan prioritas anggaran dengan keluarga; (4). Buat anggaran bulanan; (5). Gunakan uang sesuai anggaran yang sudah dibuat.

Baca Juga:  4 Tahun Menikah Pasangan Ini Belum Miliki Momongan, Ternyata Ini Kesalahan yang Dilakukan

”Pada intinya, patuhi apa yang sudah disepakati dan dibuat, agar keuangan keluarga dapat terkontrol”, tegas Irfai.

Selanjutnya, Dr. Muhayyina Wahidah membawakan materi Informasi Seputar Jaminan Kesehatan Nasional memaparkan bahwa BPJSK selalu berusaha untuk berinovasi untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

“Bentuk inovasinya sendiri berbentuk mobile JKN, yang mana memudahkan peserta untuk mengakses layanan kesehatan, baik di Faskes Tingkat Pertama, maupun tingkat lanjutan”, ujar Iin, sapaan akrabnya.

Selain itu ada program skrining riwayat kesehatan, sistem antrean online dan program Rehab yang menjadi inti sharing session kali ini. Ketiga Program tersebut dinilai dapat mengefisienkan waktu peserta.

Baca Juga:  Hari Ke 3 BST KLM Barru, Fokus pada Keselamatan Berlayar

“Jadi, peserta dapat mengambil nomor antrean dari rumah supaya tidak perlu antre sehingga waktunya bisa dipergunakan untuk mengerjakan hal lain dibandingkan harus menunggu di Puskesmas atau di Rumah Sakit. Sedangkan skrining riwayat kesehatan ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dari riwayat kesehatan kita, skrining ini dapat dilakukan di puskesmas atau melalui mobile JKN dan webskrining, peserta cukup menjawab beberapa pertanyaan dengan jujur dan dapat mengetahui apakah berisiko ringan sedang berat untuk penyakit Jantung, Hipertensi, Diabetes dan Gagal Ginjal beserta tips untuk tetap menjaga kesehatan. Hal ini dapat memberikan informasi awal dan deteksi dini kesehatan peserta dan hanya dilakukan 1 kali dalam setahun. Terakhir, untuk Program Rehab agar peserta mandiri dapat membayar tunggakannya secara mencicil atau bertahap agar dapat memanfaatkan dan mengaktifkan kembali kepesertaannya. Peserta PBPU atau peserta mandiri diharapkan membayarkan iurannya secara rutin agar lebih ringan dan menghindari adanya denda pelayanan”, tegas Iin.

Baca Juga:  Ala Biasa Menjadi Terbiasa, Kepsek SDI Pajakukang Diduga Pungli

Sesi diskusi berjalan menarik, eserta silih berganti memberikan pertanyaan mengenai materi. Sebagai statement penutup, Dr. Irfai menyatakan bahwa manfaatkan aplikasi yang telah dibuat oleh BPJS Kesehatan.

“Kata kunci dari dua materi hari ini adalah cara untuk mengelola keuangan keuarga salah satunya dengan mengefisienkan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, alokasi anggaran yang selama ini dirasa berlebihan ketika berobat, dapat dialihkan untuk alokasi anggaran lain”, tutup Irfai.

Tinggalkan Balasan