AJ menambahkan awalnya diminta bawa 2 balok tiang, lalu ditambah lagi 2 balok. Ia menilai kepala sekolah seakan memaksa dan mengancam orang tua murid.
Keluhan orang tua murid karena mereka tidak punya banyak waktu membuat pagar sekolah, lantaran mereka sibuk bekerja untuk mencari nafkah sebagai petani dan nelayan.
Hingga berita ini diturunkan, mitrasulawesi.id berupaya mengonfirmasi Kepala Sekolah SDI 78 Lebo, Hasni, untuk mendapatkan klarifikasi terkait kebijakan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Selayar, Masdar J. Pratama, juga belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

