12 Jam Terombang-ambing, Keluarga Korban KLM Nurul Salsa Kecewa Pertolongan Terlambat

oleh -
Ket: gambar Ilustrasi kapal tenggelam dari daerah lain

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban KM Nurul Salsa. Berdasarkan kesaksian Nahkoda KM Nurul Salsa, Marling, dalam video yang beredar di media sosial, kapal tersebut bertahan di tengah laut selama kurang lebih 12 jam sebelum akhirnya tenggelam.

KLM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sekitar pukul 05.00 WITA. Sekitar pukul 12.00 WITA, saat berada di perairan antara Kayuadi dan Polassi, mesin kapal tiba-tiba mati.

Beberapa menit setelah kejadian, penumpang dan ABK mulai meminta pertolongan melalui media sosial Facebook dan WhatsApp.

Tim SAR Tertahan Cuaca
Setelah informasi diterima, Tim Sat Polairud Polres Selayar bergerak ke Pelabuhan Appatanah untuk bergabung dengan Basarnas dan TNI AL sebagai titik keberangkatan menuju lokasi kejadian.

Namun tim sempat tertahan di Pelabuhan Appatanah karena cuaca buruk, sambil menunggu armada berukuran besar dari wilayah Pasimasunggu. Hingga pukul 19.30 WITA, personel Sat Polairud bersama Basarnas masih bersiaga di pelabuhan.

Sementara itu, para penumpang dan ABK KM Nurul Salsa terombang-ambing di laut menunggu pertolongan yang tak kunjung datang.

“Dari jam 16:00 WITA sampai jam 23:00 WITA mereka bertahan menunggu bantuan. Selama 7 jam itu seharusnya sudah ada bantuan,” demikian keterangan dalam video yang diduga dari Nahkoda KM Nurul Salsa.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses