SELAYAR, MITRASULAWESI.ID – Wawancara eksklusif dengan putra salah seorang korban tragedi karamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa mengungkap fakta baru.
Peristiwa nahas itu terjadi di perairan sebelah barat Desa Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Sewang, putra dari Maridaeng (60) yang hingga kini masih dinyatakan hilang, menduga adanya kebocoran pada selang pipa pendingin di ruang palka kapal sebelum insiden terjadi.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak pernah dikonfirmasikan kepada pihak keluarga maupun pihak di darat sebelum kapal tenggelam.
Ia juga membantah anggapan yang selama ini beredar bahwa penyebab awal insiden adalah kerusakan mesin kapal.
Sewang meyakini gangguan pada mesin justru terjadi setelah air laut masuk ke dalam badan kapal melalui area palka. Dugaan kebocoran itu berasal dari saluran pembuangan dan selang sistem pendingin.
“Kerusakan mesin bukan penyebab awal. Mesin bermasalah setelah air laut masuk ke dalam kapal melalui bagian palka dan saluran pendingin,” ujar Sewang saat ditemui wartawan, Senin (3/8/2026) dini hari.
Lebih lanjut, Sewang menyebut ada rangkaian fakta terkait kondisi teknis kapal yang diduga tidak diungkap secara utuh oleh pihak kapal.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Lewati ke konten
