42 Muslim Amerika Terpilih ke Jabatan Politik Pembuat Kebijakan

oleh -

New York, MITRASULAWESI.ID – Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Walikota New York dan Abdul El-Sayed di Michigan bukan sekadar berita biasa.

Para analis menyebutnya sebagai “Efek Mamdani”, bukti bahwa sistem demokrasi Amerika mulai memberi ruang lebih besar bagi kelompok minoritas, termasuk Muslim.

1. Sistem Demokrasi Amerika: Pintu Terbuka untuk Semua  

Amerika Serikat menganut sistem demokrasi representatif dengan 3 prinsip utama:

1.  Pemilu Langsung: Walikota, Gubernur, Anggota Kongres, hingga Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Siapapun warga negara AS, tanpa memandang ras, agama, atau asal-usul, bisa mencalonkan diri.

2.  Sistem Distrik: AS dibagi ke dalam ratusan distrik pemilihan. Di kota-kota seperti New York, Michigan, dan Minnesota yang populasi Muslimnya besar, peluang kandidat Muslim untuk menang jadi jauh lebih tinggi.

3.  Kebebasan Berpendapat dan Berorganisasi: Konstitusi AS menjamin kebebasan beragama dan berkumpul. Inilah yang memungkinkan komunitas Muslim membentuk PAC, lembaga pelatihan kandidat, dan jaringan lobi politik selama 20 tahun terakhir.

Karena sistem inilah, analis menyebut kemenangan 42 Muslim ke jabatan publik pada November lalu bukan kebetulan, tapi hasil kerja struktural.

2. Jumlah dan Proyeksi

Berdasarkan data Pew Research Center, populasi Muslim di AS diperkirakan 4,4 juta pada 2020. Diproyeksikan naik jadi 6,2 juta di 2030 dan 8,1 juta di 2050.

Pertumbuhannya didorong imigrasi dari Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Utara, serta angka kelahiran. Sekitar 10% imigran legal ke AS adalah Muslim.

Muslim Amerika juga kelompok agama paling beragam ras. Sekitar 42-45% adalah African-American.

3. “Efek Mamdani” di Politik

Puncaknya adalah kemenangan Zohran Mamdani sebagai Walikota New York. Kemenangannya “menggetarkan establishment” dan memicu gelombang kandidat Muslim lain untuk maju di pemilu midterm 2026.

Saat ini ada 4 anggota Muslim di Kongres AS, termasuk Ilhan Omar dan Rashida Tlaib.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses