SELAYAR, MITRASULAWESI.ID – Dampak musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Kepulauan Selayar. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tanadoang mencatat sejumlah sumber air baku mengalami penurunan debit drastis, sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan harus disesuaikan.
Salah satu sumber yang terdampak adalah Sungai Je’ne Karring yang menyuplai Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sasara. IPA ini melayani pelanggan di wilayah Putabangun dan Kolo-Kolo.
Sebelumnya, wilayah tersebut mendapat aliran air selama 24 jam. Namun kini, Perumda harus menerapkan pola distribusi baru.
Air dari Sungai Je’ne Karring ditampung dan diolah terlebih dahulu hingga reservoir IPA Sasara penuh. Setelah kapasitas mencukupi, air baru didistribusikan kepada pelanggan pada jam-jam yang telah ditentukan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bontosikuyu. Debit Sungai Uhe Kalambu sebagai sumber air baku IPA Bontosikuyu juga turun tajam. IPA ini melayani Desa Harapan dan Desa Tile-Tile.
Akibatnya, pelayanan 24 jam nonstop diganti dengan sistem distribusi bergilir. Reservoir IPA Bontosikuyu diisi selama 24 jam, lalu air yang tertampung didistribusikan kepada pelanggan selama 24 jam berikutnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Tanadoang, Darmawang, S.Pd., M.M., mengatakan penjadwalan ini perlu dilakukan agar pembagian air lebih merata.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Lewati ke konten
