Refleksi HUT ke 81 RI Jangan Sampai Negara Ambruk

oleh -
Ilustrasi: Refleksi HUT ke 81 RI Jangan Sampai Negara Ambruk

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Memasuki HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, momentum 17 Agustus bukan hanya perayaan. Ini juga saatnya kita refleksi: bagaimana menjaga negara agar tetap kuat dan tidak kehilangan arah.

Di usia 81 tahun kemerdekaan, Indonesia dihadapkan pada tantangan baru. Bukan lagi penjajahan fisik, tapi tantangan internal: kesenjangan, korupsi, dan ketidakadilan.

Tema nasionalisme abad 21 sudah bergeser. Ancaman terbesar kedaulatan bukan dari luar, melainkan kemiskinan, kebodohan, kerusakan ekologi, dan jurang ekonomi yang menganga.

Data OJK dan LPS awal 2026 menunjukkan sekitar 60% aset keuangan nasional masih terkonsentrasi di tangan 10% kelompok terkaya. Ini jadi alarm keras bagi semangat “Bersatu Berdaulat”.

Momentum HUT ke-81 harus jadi titik balik. Apakah kita masih berkiblat pada pertumbuhan yang ekstraktif dan berorientasi oligarki, atau bergeser ke ekonomi yang berkeadilan sesuai Pasal 33 UUD 1945.

Para ahli politik dan sejarah menyebut kondisi terburuk sebuah negara sebagai “state collapse” atau ambruknya negara.

Dibeberapa diskusi publik, para ahli politik, ekonomi dan pengamat hukum membahas mengenai Indonesia berada di ambang kehancuran atau krisis multidimensi.

Hal itu dilandasi oleh kekhawatiran terhadap tantangan ekonomi, beban utang negara, efektivitas penegakan hukum, serta penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses