Breaking News! BMKG Tetapkan Status Siaga Tsunami, Warga Pesisir Selayar Berupaya Evakuasi ke Gunung

oleh -
Kondisi laut Bonerate dan lambego sekitarnya pasca gempa.

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami Status SIAGA untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Jumat 15 Agustus 2026 pagi.

Warga Bonerate evakuasi massal. Situasi serupa juga terjadi di Pulau Lambego, Kecamatan Pasimarannu.

Berdasarkan video yang beredar, ratusan warga Bonerate terlihat meninggalkan rumah dan berkumpul di jalan desa.

Warga berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi yang lebih aman menyusul peringatan tsunami dari BMKG.

Belum ada laporan korban jiwa. Warga setempat masih mengimbau warga lainnya untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.

Peringatan ini buntut dari gempa bumi magnitudo 7.7 SR yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur pada pukul 04:58:24 WIB. Pusat gempa berada 30 km TimurLaut Nagekeo-NTT dengan kedalaman 15 km.

Tsunami telah teredeteksi. Berdasarkan pemutakhiran data observasi tinggi muka laut, BMKG mengkonfirmasi tsunami telah terdeteksi di beberapa titik:

– Maurole-Ende: 0.94 meter pukul 05:27 WITA

– Sikka: 0.19 meter pukul 05:03 WITA

– Dompu: 0.17 meter pukul 05:29 WITA

– Bakalang-Alor: 0.14 meter pukul 05:41 WITA

Selayar Masuk Zona Siaga. BMKG memasukkan Kabupaten Kepulauan Selayar ke dalam wilayah dengan status SIAGA TSUNAMI.

Potensi ketinggian gelombang diprediksi mencapai 0,5 hingga 3 meter. Waktu tiba gelombang di Selayar diperkirakan sekitar 1 jam 24 menit setelah gempa.

Wilayah siaga lainnya: Manggarai Utara, Ngada Utara, Manggarai Barat Utara, Ende Utara, Sikka Utara, Jeneponto, dan Bantaeng.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses