Korupsi dan Ketidakadilan Adalah Bom Waktu yang Lebih Berbahaya dari Isu Separatisme

oleh -

Oleh: Muh. Jufri/Mitra Sulawesi

21 tahun Aceh damai pasca MoU Helsinki. NTT baru saja diguncang gempa 7.7 SR. Di Selayar, rumah warga dan kapal nelayan rusak. Di NTT 47 orang meninggal dunia dan sekitar 2000 warga mengungsi. Kerusakan bangunan terjadi diberbagai wilayah.

Di tengah duka, muncul satu pertanyaan besar. Apa sebenarnya ancaman terbesar bagi kedaulatan Indonesia hari ini?

Banyak yang langsung menunjuk ke isu separatisme, perpecahan daerah, atau konflik horizontal.

Padahal, jika kita jujur melihat ke dalam, ancaman terbesar justru datang dari dalam pemerintahan itu sendiri.

  1. Kemiskinan dan Kebodohan: Bom Waktu Generasi.

Negara tidak akan kuat jika rakyatnya lapar dan tidak berpendidikan. Ketika akses sekolah mahal, lapangan kerja langka, dan bantuan sosial tidak tepat sasaran, maka putus asa akan tumbuh. Orang yang lapar dan bodoh mudah diprovokasi. Dan itulah awal dari ketidakstabilan.

  1. Kerusakan Sistem dan Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas.

Rakyat kecil salah sedikit, hukum langsung menghantam. Pejabat salah besar, kasusnya menguap. Ketika keadilan hanya bisa dibeli, kepercayaan rakyat ke negara akan runtuh. Negara tanpa kepercayaan rakyatnya adalah negara yang rapuh.

  1. Jurang Ekonomi yang Menganga.

Di satu sisi ada pejabat dan kroni yang hidup bergelimang. Di sisi lain ada nelayan dan petani berharap hidup sejahtera, ada warga yang hidup serba kekurangan, menunggu bantuan datang. Kesenjangan ini kalau dibiarkan akan melahirkan kemarahan kolektif.

  1. Korupsi: Musuh yang Menggerogoti dari Dalam.

Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses