SELAYAR, mitrasulawesi.id – Penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Kepulauan Selayar diduga tidak adil. Alih-alih menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil, pasokan justru lebih banyak dijual ke pengecer dengan harga jauh di atas harga resmi Pertamina.
Kondisi ini terungkap dalam data dan unggahan infografis yang beredar di masyarakat, Sabtu (06/09/2026).
3 APMS Distribusi Tak Merata
Berdasarkan data, di Selayar terdapat 3 APMS penyalur resmi BBM bersubsidi yakni.
1. APMS Tanri Jaya Utama, Jl. Veteran, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
2. APMS PT. Putriana Jaya Utama, Jl. Poros Bandara Aroepala, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu.
3. APMS PT. Patra Utama Pertiwi Barugaiya, Desa Barugaiya, Kecamatan Bontomanai.
Namun penyalurannya tidak pernah adil dan tidak menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil.
Wilayah yang paling sering mengalami kekurangan meliputi Pulau Kayuadi, Pulau Jampea, Pulau Bonerate dan Kecamatan Pasilambena.
“Masyarakat di wilayah ini sering membeli BBM dengan harga 2 kali lipat dari harga resmi Pertamina,” tulis infografis tersebut.
Diduga BBM Bersubsidi Ajang Bisnis Saling Untung dengan Pengecer yang Rugi Masyarakat
Salah satu penyebabnya diduga karena APMS lebih memilih menjual BBM per drum kepada pengecer.
Data menunjukkan harga jual Pertalite ke pengecer per drum isi 200 Liter mencapai Rp2.200.000 – Rp2.400.000. Angka ini 10% lebih tinggi dibanding jika dijual eceran langsung ke masyarakat.
Alur kecurangannya pun tergambar jelas:

APMS dapat pasokan dari Pertamina → Seharusnya dijual eceran → Faktanya dijual per drum ke pengecer dengan harga lebih tinggi → Dijual kembali ke masyarakat dengan harga mahal.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
