Aksi Sosial PMI Luwu di Pusat Kluster Kapurung

oleh -0 views

Luwu, mitrasulawesi.id — Pandemi covid-19 masih terus menyisahkan kisah dan cerita, meski pemerintah pusat mulai menerapkan new normal dibeberpa kota di Indonesia.

Khusus di Luwu, kluster kapurung masih menyisahkan banyak cerita kekhawatiran akibat penyebaran virus itu. Publik Luwu telah merekam pelonjatan pasien positif covid-19 cukup signifikan akibat kontak kluster kapurung.

Sarurang. Salah satu dusun yang berada di desa Rumaju Kec. Bajo Kab. Luwu, sebelumnya diketahui sebagai pusat penyebaran covid-19 kluster kapurung. Dari dsn. Sarurang, sebanyak 15 warga dinyatakan positif covid-19. Tersisa 3 warga yang masih menjalani karantina di Makassar.

Sebanyak 14 KK warga dusun Sarurang pun dikarantina mandiri oleh pemerintah setempat. Meski warga yang dikarantina, baik di Makassar maupun di dusun itu telah dinyatakan negatif covid-19, tidak menghilangkan kekhawatiran sebagian masyarakat untuk kontak langsung dengan warga Sarurang.

Namun bagi pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Luwu, tidak menyurutkan nilai-nilai kemanusiaan untuk tetap membantu dan mengunjungi langsung dusun yang menjadi pusat kluster kapurung itu.

Ketua PMI Luwu, H. Andi Mudzakkar bersama pengurusnya melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga, disamping itu, pula PMI Luwu memberi edukasi kepada warga persiapan menyambut new normal.

“Kami bersama pengurus PMI Luwu melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga sembari memberi semangat dan mengedukasi warga selama dalam pandemi, lebih khusus lagi persiapan menyambut new normal yang digaungkan pemerintah, sebut Andi Cakka, Sabtu (6/6).

Bahkan mantan Bupati Luwu itu bersama kepala desa Rumaju membuka langsung portal yang selama ini membatasi akses keluar masuk dari dusun tersebut.

“Kami juga disampaikan langsung warga Sarurang mengenai keberadaan portal yang membatasi akses keluar masuk warga. Mengingat 15 warga yang tadinya positif, dikarantina di Makassar dan telah dinyatakan sembuh secara medis dan telah dipulangkan, begitu juga dengan hasil swab 14 KK warga dinyatakan negatif, olehnya itu kami bersama kepala desa membuka langsung portal ini, itu juga sekaligus kesiapan menyambut new normal, urai Andi Cakka.

Tinggalkan Balasan