Batu Tallua’ di Bukit Tamalate, Saksi Masuknya Kerajaan Islam di Sulawesi

oleh -2 views

Gowa, Mitrasulawesi.id- Ulukanaya Ri Takabassia Adalah menjadi kesepakatan diantara Raja raja di Pulau Sulawesi, untuk saling memberitahukan dan saling mengajak dalam kebajikan. Tak terkecuali ketika Islam masuk ke Pulau Sulawesi melalui orang 3 Datok dari Pulau Sumatera yaitu Datok Ditiro, Datok Ribandang & Datok Patimang.

Ulukanaya ri Takabassia atau Tamalate adalah perjanjian 3 Kerajaan di Pulau Sulawesi, untuk bersama sama menjadikan Kerajaan masing masing sebagai Kerajaan yang berada dibawah Panji Islam atau Kerajaan Islam. Diperkirakan Ulukanaya ri Tamalate ini terjadi sekitar tahun 1603 M sd 1605 M.

Ada 3 Kerajaan besar pada waktu itu yang mengadakan perjanjian, yaitu Kerajaan Gowa yang pada saat itu dipimpin oleh I Mangerangi Daeng Manrabia Sultan Alauddin Raja Gowa ke XIV, Kerajaan Luwu yang dipimpin oleh La Patiware Daeng Parambung Sultan Muhammad Mudharuddin Raja Luwu ke XV dan Kerajaan Bone yang dipimpin oleh Latenri Ruwa Sultan Adam Raja Bone ke XI.

Selanjutnya Sultan Alauddin dan Sultan Mudharuddin dari Kerajaan Gowa dan Luwu berhasil mengislamkan rakyatnya masing masing, sedangkan Sultan Adam tidak berhasil mengislamkan rakyatnya, karena adanya pertentangan dari Ade’ Pitue atau Dewan Adat setempat yang masih memegang teguh kepercayaan leluhur yaitu Agama Tolotang. Atas hal ini Sultan Adam merasa sedih dan memilih untuk mundur sebagai Arung Pone, dan menyingkir ke Bantaeng. Disanalah beliau mangkat dan bergelar Sultan Adam MatinroE ri Bantaeng.

Setelah Ulukanaya ri Tamalate, maka Islam pun disebarkan ke Kerajaan kerajaan lainnya di Pulau Sulawesi seperti Kerajaan Wajo, Soppeng dan lain lain melalui jalan damai atau peperangan, yang dipimpin langsung oleh Mangkubumi Kerajaan Gowa sekaligus Raja Tallo VI I Mallingkaan Daeng Nyonri Karaeng Matowaya Sultan Abdullah.

Tahun 1611 M Kerajaan Bone berhasil di Islamkan oleh Karaeng Matowaya melalui Bundu Kassalang (Perang Islam), dan para pemimpin di Kerajaan Bone diperintahkan untuk memperbaharui perjanjian Ulukanaya ri Tamalate sesuai amanat dari Arung Pone sebelumnya, yaitu Lateriruwa Sultan Adam MatinroE ri Bantaeng.

Perjanjian Ulukanaya ri Takabassia/ Tamalate ini ditandai dengan adanya 3 batu yang dalam lontara dikenal dengan nama Tallu Lipoa atau oleh penduduk setempat disebut sebagai Batu Tallua.

#Sumber
– Berbagai Artikel di Grup Sejarah & Budaya
– Lontara Bilang Kerajaan Gowa
– Lontara Pattaurioloangu Kerajaan Tallo
– Informasi tutur dari rekan rekan Pemerhati Sejarah & Budaya
– Museum & Perpustakaan Komunitas Pencinta Sejarah (KPS) Bukit Tamalate

Lokasi
#Museum KPS Bukit Tamalate, Kelurahan Katangka Kabupaten Gowa

Penulis: Arsy Koe

Baca Juga:  Gabungan OKP Kerjasama PLN, Menggelar Donor Darah dan Pembagian Sembako di Hari Proklamasi