Kekuatan Istri di Balik Pengabdian Prajurit Satgas TMMD 128 Kodim Selayar

oleh -

Dukungan itu tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Kadang hanya lewat pesan singkat sederhana, menyiapkan kebutuhan suami sebelum berangkat, atau memastikan anak-anak tetap ceria meski ayah mereka sedang bertugas jauh dari rumah. Hal-hal kecil itulah yang menjadi energi bagi para prajurit di lapangan.

Di sela kegiatan TMMD, kehadiran Persit juga terasa melalui berbagai dukungan moril kepada masyarakat. Beberapa anggota Persit turut aktif dalam kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, hingga menjalin kedekatan dengan warga sekitar lokasi TMMD. Kehangatan mereka menjadi jembatan emosional yang memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.

Komandan Kodim 1415/Selayar selaku Dansatgas TMMD ke-126, Letkol Czi Yudo Harianto, ST, mengakui bahwa keberhasilan pelaksanaan program TMMD tidak lepas dari dukungan keluarga prajurit, khususnya para istri yang setia mendampingi dari belakang.

Menurutnya, seorang prajurit akan lebih kuat menjalankan tugas ketika memiliki keluarga yang memahami arti pengabdian.

“Persit bukan hanya pendamping prajurit, tetapi bagian penting dalam keberhasilan tugas. Dukungan mereka memberi semangat luar biasa bagi anggota yang sedang bekerja di lapangan,” ujarnya.

Di tengah kerasnya medan pengabdian, Persit Kartika Chandra Kirana menunjukkan bahwa ketangguhan tidak selalu ditampilkan dengan seragam loreng atau sepatu lapangan. Kadang, ketangguhan hadir dalam bentuk kesabaran, doa, dan ketulusan seorang istri yang memilih tetap tersenyum saat suaminya mengabdi untuk negeri.

TMMD akhirnya bukan hanya tentang pembangunan fisik di desa. Lebih dari itu, program ini juga memperlihatkan bagaimana kekuatan sebuah keluarga menjadi pondasi utama lahirnya pengabdian para prajurit TNI kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *