Social Media Distancing Dimasa Social Distancing

oleh -34 views
Penulis, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Nurasisa

Makassar, MitraSulawesi.id– Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Selama masa social distancing, kita melakukan berbagai aktivitas di dalam rumah seperti membersihkan rumah, menonton Tv serta lebih sering menjelajahi social media.

Social media memberikan banyak informasi terupdate dari penjuru dunia, bahkan terkadang kita lebih awal mengetahui berita terupdate dibandingkan berita-berita yang disiarkan di televisi atau media lainnya. Akan tetapi di masa Covid-19 ini, masyarakat perlu melakukan social media distancing. Social media distancing berarti menjaga jarak dan membatasi interaksi dengan informasi buruk di media sosial.

Kita harus menjaga jarak dari berbagai macam informasi bohong seperti informasi palsu, bentuk berita yang bertujuan untuk memalsukan atau memasukkan ketidakbenaran dalam suatu berita. Penulis hoaks biasanya menambahkan hal-hal yang tidak benar dan cenderung melebih-lebihkan suatu informasi yang tersebar di social media, ini dapat membuat kita mengalami serangan panik dan cemas. Karenanya, dibutuhkan penerapan social media distancing untuk pengguna media sosial untuk mencerna informasi itu.

Dikutip dari detik.com Wali Kota Bogor Bima Arya positif terinfeksi virus Corona. Pada selasa (24/3 /2020) Bima Arya mengaku kondisinya lebih baik setelah melakukan ‘social media distancing’. Bima Arya menyebut pemberitaan terkait virus Corona di media sosial bisa membuat seseorang drop, yang berujung penurunan status imunitas.
“Virus ini menyerang hati dan jiwa sebelum pernapasan dan paru-paru. Gua merasa baikan setelah ‘social media distancing’ hari kedua di RS. Socmed itu ICU Raksasa. Runtuh mental semua orang kalau digempur berita COVID-19. Drop imunitas,” kata Bima Arya seperti dalam pesan yang beredar.

Sebagai pengguna social media kita harus dapat memilah informasi dengan bijaksana agar kita tidak terkecoh oleh informasi palsu. Social media distancing memberikan jarak untuk mencari informasi yang benar lebih dulu, dengan begitu informasi yang kita dapat akan bermanfaat untuk diri sendiri.

Penulis
Nurasisa

Baca Juga:  Kecanduan Ingin Viral Berujung Terjerat Kasus Hukum