Lahirkan Kader Potensial, Fossei Sulselbar dan Papua Gelar RTT

oleh -
ompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional SulselBar dan Papua mengikuti kegiatan Regional  Training for Trainer (RTT) dengan Tema "To Be Impactfull Ekonom Rabbani". RTT itu dilaksanakan via virtual aplikasi Zoom pada tanggal 3-6 September 2020.

Makassar, MitraSulawesi.id– Sebanyak 86 delegasi dari 11 Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional SulselBar dan Papua mengikuti kegiatan Regional  Training for Trainer (RTT) dengan Tema “To Be Impactfull Ekonom Rabbani”. RTT itu dilaksanakan via virtual aplikasi Zoom pada tanggal 3-6 September 2020.

Kegiatan tersebut dilakasanakan  bekerja sama dengan KSEI Rumah EKIS IAIN Bone selaku tuan rumah sekaligus panitia penyelenggara yang ditunjuk FoSSEI Regional Sulselbar Dan Papua.

Regional Training for Trainers dibuka oleh Pembina KSEI RUMAH EKIS IAIN BONE bapak DR. Syaparuddin, S.AG., M.SI. Di webinar nasional dengan tema “Menakar Potensi dan pemberdayaan SDM ekonom Rabbani, dalam mendukung SDGs Indonesia 2030”. Kegiatan Webinar di isi dengan pemateri pertama Graget Kalla Buana selaku (Islamic Economi Specialist, United Nation Development Programme) pemateri kedua Mega Ramadhanty selaku (Manajer Departemen Ekonomi dan keuangan Syariah, Bank Indonesia), dan pemateri ketiga Akhmad Akbar Susamto, S.E., Mphil., PhD. Selaku (Ketua MPP KAFoSSEI dan Dosen FEB UGM) Yang di laksanakan pada tanggal 2 september 2020.

Koordinator Regional FoSSEI Regional Sulselbar Dan Papua, Manjalin mengatakan, RTT FoSSEI Sulselbar dan Papua merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan di FoSSEI Regional Sulselbar Dan Papua.

“Kegiatan ini dirancang untuk melahirkan kader-kader potensial KSEI yang ada di Sulawesi Selatan, Barat dan juga Papua supaya siap menjadi tenaga mentor yang mempunyai basis kemampuan dalam penularan keilmuan maupun mentoring yang baik khususnya mengenai ekonomi Islam dalam lingkup KSEI maupun rama regional FoSSEI Sulselbar dan Papua untuk memiliki sumberdaya mentor yang setara guna terpupuknya pondasi keilmuan yang unggul,” ujar manjalin (3/9).

Selain itu, Manjalin menambahkan, RTT diinisiasi sebagai salah satu terobosan bagi permasalahan yang ada di beberapa KSEI Sulselbar dan Papua yang masih minim memiliki kader yang siap dijadikan media mentor dalam kajian maupun diskusi. “Sehingga,  selain daya dukung mentor akademisi dan praktisi, seharusnya pendayagunaan kader secara mandiri sebagai mentor harus disiapkan,” tuturnya.

Manjalin menegaskan, kegiatan RTT menjadi kegiatan yang urgensial untuk dilaksanakan terkait pemupukan sumber daya yang potensial untuk menjadi kader yang dapat menularkan keilmuan ekonomi Islam dari seluruh KSEI di wilayah regional.

Kegiatan tersebut juga di hadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yakni Bapak Andi Sudirman Sulaiman, ST. Sebagai keynote speaker pada Webinar Nasional 2020. Dalam penuturannya, pak wagub
Menyampaikan “sistem ekonomi yang telah kita kejar bersama adalah sistem ekonomi syariah karena target market di sekitaran kita.”

“Kemudian pergeseran terhadap lingkungan di sekitar kita baik keluarga maupun teman-teman sudah jarang sekali kita melihat perempuan muslim yang tidak menggunakan jilbab Disini lah pergeseran nilai-nilai untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.” ujar pak wajib.

Lanjut pak wagub “Melihat hal tersebut tidak perlu di pungkiri bahwasanya kedepan akan mendekatkan diri terhadap yang paling terkecilnya adalah cara berbelanja akan mengikuti transformasi ke nilai-nilai religi. Ini kita melihat potensi market yang sangat besar.” ujar Andi Sudirman Sulaiman (Wagub Sulsel)

Ahmad Ghozali selaku ketua panitia menyebutkan, Kegiatan RTT dikemas dalam beberapa macam sesi, seperti pemberian materi terkait disiplin ilmu ekonomi Islam yang dibagi menjadi enam materi yakni pengantar ekonomi Islam, ekonomi politik Islam, sejarah pemikiran ekonomi Islam, perbandingan mazhab ekonomi Islam, 1001 dakwah ekonomi Islam, kreatif yang kamu bisa mulai & microthicing.

Kemudian ditambah dengan sesi presentasi materi oleh seluruh peserta Regional Training for Trainer 2020.(*)