Dituding Penyalahgunaan Bantuan Logistik, ini Penjelasan Nirwan Syakir

oleh -

Lutra,Mitrasulawesi.id– Beredar sejumlah foto Nirwan Syakir eselon III Dinas Infokom Pemkab Luwu Utara, yang diduga terlibat politik praktis di sosial media.

Nirwan Syakir saat dikonfirmasi awak media melalui via telpon, ia menjelaskan kronologi sebenarnya yang terjadi pada didirinya, Sabtu (19/9) sore kemarin.

Ia mengatakan, insiden terjadi di Desa Sadar kecamatan Bone – Bone Kabupaten Luwu Utara, saat itu dia mengantar adiknya kerumah keluarganya untuk mempromosikan jualan alat kosmetik berupa bedak.

Nirwan Syakir juga mengakui baliho dan paket bantuan Dewan Mesjid Indonesia (DMI)  memang ada di dalam mobil. Tapi itu bukan miliknya. Baliho itu pesanan dari Kepala Dusun di Desa Sadar yang meminta tolong kepadanya untuk diambilkan di salah satu percetakan di Bone-Bone sebelum irigasi itu.

”Dari 5 baliho. Sudah diambil pak Dusun 2 buah. Jadi sisanya ada di dalam mobil, baliho itu bukan untuk dibagi ke warga. Tetapi pesanan kepala dusun. Saya hanya menolong,” katanya via telpon, Minggu (20/9).

Kemudian soal paket bantuan dari DMI kata dia, itu sudah lama berada di dalam mobilnya. Belum dibagikan kepada imam masjid korban bencana karena masih menunggu datanya.

Nirwan mengatakan bahwa saat insiden itu terjadi, ia bersama dengan adiknya bukan istrinya seperti yang viral di media sosial. Atas kejadian yang menimpanya, Nirwan mengaku akan melapor ke polisi, Senin besok.

”Foto saya disebar tanpa seizin saya, bahkan saya ditarik untuk foto di dekat sembako dan baliho yang mereka pasang. Itu sudah termasuk pelanggaran ITE atau undang-undang elektronik. Saya juga akan melaporkan tindakan persekusi (kekerasan) yang dialamnya oleh sekelompok orang,” tandasnya. (rls)