Hasil Uji Lab Ikan Mati Karena Perubahan Air berubah Warna Aman di Komsumsi

oleh -

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BB KIPM) Makassar merilis secara resmi hasil pengujian laboratorium sampel kematian ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar, aman untuk dikomsumsi.

Hasil uji laboratorium untuk parameter logam berat menunjukkan kandungan logam berat ikan sampel masih berada di bawah batas normal.

Simpulan tersebut diketahui pada Selasa (24/1/2023) melalui siaran pers BB KIPM nomor 135/BBKIPM.MKS/HNM.320/I/2023 tentang Outbrek Kematian Ikan di Kepulauan Selayar, Jelas Kabid Humas Diskominfo Selayar, Andi Sandra Esty Abriany.

Baca Juga:  39 Personil Polres Selayar Naik Pangkat Awal tahun 2021

Dikatakan, pada siaran pers tersebut dijelaskan bahwa pihak Laboratorium BB KIPM Makassar melakukan pengujian untuk mengetahui penyebab kematian ikan dan keamanan ikan untuk dikomsumsi masyarakat.

Hasil uji lab, diketahui bahwa kematian ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar tidak disebabkan oleh penyakit, begitu pula dengan kadar logam, pihak BB KIPM menilai masih berada dibawah ambang batas SNI.

Baca Juga:  HUT Ke-76 RI, Bupati dan Wabup Selayar Ikuti Detik-Detik Proklamasi Secara Virtual

Dengan adanya hasilĀ  uji laboratorium tersebut, Kepala BB KIPM Makassar, Ir. Chadidjah, M. Si, yang selaku narasumber dalam siaran pers tersebut pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut memakan ikan.

Dijelaskan, Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dikomsunsi masyarakat karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dan juga salah satu langkah tepat dalam pencegahan stunting di Indonesia.

Baca Juga:  Desa Lambego Salurkan BLT-DD Rp 600 Ribu Perbulan Sebanyak 146 KK

Sebagaimana diketahui sebelumnya, fenomena laut yang nampak terang dengan warna biru kehijauan dimalam hari terjadi di pesisir pantai barat Selayar dan sempat viral dimedia sosial.

Pemkab Selayar kemudian bertindak cepat dengan melakukan pengambilan sampel ikan yang mati dan mengirimkan sampel tersebut ke Balai Besar KIPM Makassar untuk dilakukan uji laboratotium. (Humas)