Activisme dan Komunitas Muslim di US

oleh -

Activism and Community Empowerment

Aktifisme dan penguatan Komunitas sesungguhnya menjadi tema yang sangat mendasar dalam ajaran Islam kita. Hal itu akan sangat terlihat dengan tujuan dasar agama Islam, khususnya dalam kehidupan publik. Bahwa Islam hadir untuk mewujudkan masyarakat terbaik (khaer Ummah) dan masyarakat pertengahan (ummatan wasatha). Wasatiyah salah satunya bermaka kokok, kuat dan maju (empowered).

Dan untuk tercapainya tujuan itu, Islam memberikan tuntunan yang jelas dan tegas: Aktifisme. Maka activisme adalah jalan yang ditentukan oleh Allah untuk terwujudnya cita-cita publik Islam untuk membentuk โ€œkhaer ummahโ€ dan โ€œummah wasathaโ€ tadi.

Di dalam Al-Qurโ€™an Aktifisme diekspresikan dengan ragam ekspresi. Minimal ada lima terminologi yang dipakai Al-Qurโ€™an dalam mengekspresikan urgensi aktifisme itu.

Satu, Al-Qurโ€™an memakai kata โ€œamalโ€.

Dalam beberapa ayat Al-Qurโ€™an Allah memerintahkan umat ini untuk โ€œberbuatโ€ (to act). Ayat-ayat seperti โ€œaamanu wa โ€˜amiluuโ€ menjadi salah satu ekspresi yang sering terulang ketika Allah menggambarkan keimanan itu. Sehingga dengan sendirinya dipahami konsep keimanan dalam Islam itu menjadi sangat identik dengan menyatunya suasan hati (iman) dan aksi (amal).

Baca Juga:  Bansos Marak Dimainkan, BAIN HAM RI Wajo Tebar Anggota Antisipasi KKN

Allah berfirman: โ€œdan katakan: berbuatkah! Maka sungguh Allah akan melihat amalmu, rasulNya, dan orang-orang yang berimanโ€.

Dua, Al-Qurโ€™an juga memakai kata โ€œู‚ู…โ€ atau bangkitlah.

Mugkin dengan kata ini kita diingatkan peristiwa di saat Rasulullah menerima wahyu pertama IQRAโ€™. Beliau setelah itu mengalami rasa takut dan khawatir. Tentu ini adalah bagian dari aspek kemanusiaan beliau. Tapi tak berselang lama setelah itu Allah justeru menurunkan perintahNya; โ€œQumโ€ (Wahai Muhammad, bangkit!โ€. Rasulullah SAW diperintah bangun atau bangkit untuk โ€œfa anzdirโ€ (mengingatkan manusia).

Ekspresi ini dalam bahasa Inggrisnya lebih populer dengan โ€œwake up guysโ€.

Tiga, Al-Qurโ€™an mengekspresikan dengan perintah daโ€™wah, amar maโ€™ruf dan nahi mungkar.

Kewajiban ini merupakan bentuk aktifisme yang paling mendasar. Dakwah, amar maโ€™ruf dan nahi mungkar basisnya adalah pergerakan (aktifisme). Oleh karenanya kata daโ€™wah dalam Al-Qurโ€™an pada umumnya memakai kata kerja โ€œudโ€™uu ilaa sabiili Rabbikโ€, โ€œwa man ahsanu mimman daโ€™aa ilallahโ€, dan seterusnya.

Baca Juga:  Demi Keindahan, Bapenda Makassar Tak Henti-hentinya Ingatkan Tentang Penataan Reklame

Empat, Al-Qurโ€™an juga mengekspresikan aktifisme dengan kata โ€œpergiโ€ atau โ€œberangkatโ€.

Ketika Allah memerintahkan Musa dan adiknya Harun untuk mendakwahkan akidah Tauhid kepada Firโ€™aun Allah memakai kata โ€œidzhabaaโ€ (berangkatlah kalian berdua). Tentu konotasi terutama dari kata โ€œdzahabaโ€ atau pergi adalah bergerak (to move). Dan aktifisme itu memang esensinya adalah โ€œmovementโ€ atau pergerakan.

Lima, yang paling populer adalah ketika Al-Qurโ€™an mengekspresikan aktifisme dengan perintah berjuang (jihad).

Aktifisme adalah usaha yang terstruktur (organized) dan sungguh-sungguh dalam upaya mencapai hasil yang baik dan maksimal. Dan sejatinya itulah pula makna jihad (perjuangan). Jihad bukan sekedar berjuang. Tapi berjuang dengan โ€œitqanโ€ atau penuh kesungguhan serta dengan profesionalisme yang tinggi untuk mencapai tujuan baik secara maksimal.

Allah berfiman: โ€œWahai orang-orang yang beriman, hendakkah saya tunjukkan padamu sesuatu (dengannya) kamu diselamatkan dari siksaan yang pedih? Berimanlah kepada Allah dan rasulNya dan berjihadlah di jalan Allah dengan harga dan diri kalian. Yang demikian itu lebih baik jika kalian mengetahuiโ€ (As-Soff:10).

Baca Juga:  Buku Amir Uskara Diwakafkan di Perpustakaan Desa Maros

Inilah lima bentuk ekspresi aktifisme yang terpakai dalam Al-Quran. Saya yakin masih ada beberapa bentuk ekspresi Al-Qurโ€™an dan juga hadits-hadits Rasulullah lainnya dalam hal aktifisme ini. Yang pasti semua ini menunjukkan bahwa aktifisme itu adalah pilar tercapainya cita-cita Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang terbaik (khaer Ummah) dan solid (wasatha).

Tuntunan Al-Qurโ€™an dalam aktifisme

Tentu dalam menjalankan aktifisme Islam pastinya memberikan tuntunannya. Apa saja tuntutan Islam itu? Tunggu pada catatan selanjutnya!

Bellevue hospital, 23 September 2024

*Chaplain at NYCHHC at Bellevue


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses