Buku Amir Uskara Diwakafkan di Perpustakaan Desa Maros

oleh -

Maros,Mitrasulawesi.id– Bupati Maros, Chaidir Syam menegaskan perlunya sinergi dan kolaboratif antara pengelola perpustakaan desa, lorong dan pegiat literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab.Maros dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak heran, kalau Pemerintah Kabupaten Maros memberikan perhatian optimal terhadap gerakan membaca dan gerakan literasi di kabupaten Maros dengan tujuan terjadi peningkatan sumber daya manusia.

“Kami berharap dengan tumbuhnya ekosistem gerakan membaca yang tumbuh dari desa, lorong, kampung akan mendorong terwujudnya sumber daya manusia Kabupaten Maros yang maju dan berkembang. Karena itu, gerakan membaca harus terus menerus berjalan dengan baik dan disambut semua masyarakat. Kita sambut dengan harapan besar agar terwujud, Perda kabupaten literasi, bukan saja ditetapkan, tapi implementasinya tidak jalan. Karena harus dipersiapkan agar kegiatan membaca dan menulis terus menerus bergerak dan semua pihak harus terlibat” tegas H.A.S.Chaidir Syam, saat membuka Sosialisasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Maros, Rabu 13/4 di Aula Perpustakaan Maros.

Baca Juga:  Kampus Garam di NTT Perlu Bantuan, Demi Peningkatan SDM

 

Menurut Chaidir Syam, yang paling utama dari , gerakan membaca yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tapi sumber daya pengelolanya juga penting. Karena layanan perpustakaan semakin berkualitas, menunjukkan kalau para pengelola perpustakaan desa dan lorong menunjukkan agregasi peningkatan kualitas. ” Mari kita berbuat, bergerak bersama dan saya bahagia karena yang hadir dalam kegiatan sosialisasi perpustakan desa adalah pengelola perpustakaan desa, yang penting ditanamkan dalam hati para pengelola dengan tekad menciptakan perpustakaan yang diminati dan warga datang membaca” aku Ketua Ika Alumni BKPRMI Kab. Maros ini.

Baca Juga:  Anggota Polsek Takabonerate Imbau Para Pedagang Tidak Menjual Lem Fox Kepada Anak Remaja

 

Karena itu, Chaidir Syam, berharap pengelola peroustakaan desa bisa mewujudkan perpustakaan inklusi sosial dengan melakukan inovasi, ruang-ruang perpustakaan desa jangan hanya jadi ruang ruang sempit, lakukan secara bersama, Sebab gerakan membaca adalah gerakan kita semua masyarakat Maros, tidak bisa kita jalan sendiri. ” Saya memberi apresiasi kepada Dinas Perpustakaan Kab. Maros serta seluruh pengelola perpustakaan desa yang ada di kabupaten Maros agar terusa menerus bergerak dan melakukan inovasi” ujar Chaidir Syam.

 

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Maros, Amiludin A, S.Pd. melaporkan kalau dari 103 desa dan kelurahan, DPK Maros telah memfasilitasi terbentuknya perpustakaan desa di 40 titik di 14 kecamatan. Amiludin yakin dari desa yang belum memiliki perpustakaan desa, pihaknya akan terus menerus membuka kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Sulsel dan Perpustakaan Nasional.

Baca Juga:  Dua Pahlawan TNI AD Tutup Usia Akibat Terpapar Covid-19

 

Sementara Kabid Perpustakaan DPK Provinsi Sulsel, Yulianto, S.Sos. M.M. tampil menjadi narasumber dengan membedah Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi.. Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Sulselk, Dr. Quraisy Mathar, M.Hum. dan Ketua Forum Perpustakaan Lorong Desa Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos.M.M. menguraikan Teknik dan Strategi Penggalangan Sponsorship bagi pengelola perpustakaan desa.

 

Di ujung acara, BAK menyerahkan bantuan buku Ayo Membangun Desa Karya Dr.H.M.Amir Uskara, M.Kes., kepada 10 pengelola perpustakaan desa terbaik Kab. Maros yang diserahkan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Maros, Amiludin A.(rls/tim)


Eksplorasi konten lain dari mitra sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.