Isra Mikraj: Spirit Persahabatan dan Kasih Sayang Menyatukan Warga Kayu Bauk

oleh -

Penampilan lintas generasi ini memperlihatkan kekompakan dan kreativitas masyarakat yang tumbuh dari akar budaya dan keislaman desa.

Fahmiy Rahman selaku pembawa Hikmah Isra Mikraj memberikan tausiah dengan nada reflektif dan menyentuh. Ia menegaskan bahwa nilai shalat yang sesungguhnya akan terlihat dari bagaimana manusia menjalin kasih sayang dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika nilai shalat hidup dalam kehidupan sosial, dan kasih sayang menjadi ruh masyarakat, maka rahmat Allah akan turun di kampung ini,” ungkapnya.

Fahmiy Rahman juga menyampaikan rasa syukur atas tampilnya generasi muda lokal sebagai qari, qariah, dan pembawa tilawah.

“Ini sangat membanggakan, karena semua pengisi acara adalah anak-anak asli Desa Kayu Bauk, bukan didatangkan dari luar. Inilah bukti nyata hasil pembinaan Islam yang tumbuh dari desa sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kayu Bauk, Rizal Anshari, ST, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bersatu padu menyukseskan acara tersebut.

Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dari pembangunan karakter, pendidikan Islam, dan kebersamaan warga.

“Kegiatan Isra Mikraj ini menunjukkan wajah Desa Kayu Bauk yang religius, rukun, dan bersatu dalam semangat samaturu dan sikamaseang,” tutur Rizal.

Peringatan Isra Mikraj di Masjid Nurul Amin tahun ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kasih sayang, serta meneguhkan semangat generasi muda dalam membangun kehidupan Islam yang harmonis dan berkeadaban di Desa Kayu Bauk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *