JK menegaskan, banyaknya bantuan yang datang dari pemerintah, masyarakat, pemerintah daerah, maupun PMI harus dikelola dengan baik agar penyalurannya tepat sasaran sesuai kebutuhan warga terdampak.
“(Kita) memanfaatkan semua bantuan dari pemerintah, masyarakat, daerah, dan PMI. Kita minta juga agar diatur distribusinya sesuai dengan yang terdampak,” ujarnya.
Menurut JK, PMI telah menyiapkan tim di NTT yang bertugas mengatur pembagian bantuan berdasarkan wilayah terdampak. Gempa tersebut diketahui berdampak pada lima kabupaten di wilayah NTT.
Kapal kemanusiaan PMI yang diberangkatkan membawa total bantuan seberat 258 ton. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain 10.000 sarung, 20.000 pakaian, 5.000 daster, 4.000 Al-Qur’an, 3.000 terpal, 2.000 air mineral, 1.000 hygiene kit, 1.000 dignity kit, 500 baby kit, 500 kitchen kit, 1.000 matras, 1.000 selimut, 1.500 jerigen, serta perlengkapan lainnya.
PMI juga mengirimkan 25 unit tenda ukuran 6×12 meter, 25 unit toilet portable, 10 unit kendaraan tangki air, 10 unit mobil pick up, dan 7 unit double cabin untuk mendukung operasional di lapangan.
Selain itu, bantuan pendukung lainnya berupa 1.200 lampu surya, 1.000 radio, 1.000 senter, 500 sekop, 500 gerobak sorong, 200 sprayer, 200 paket alat pelindung diri (APD), helm, serta perlengkapan untuk anak-anak turut dikirimkan.
JK menyampaikan, kapal pengangkut bantuan masih dalam proses pemuatan dan diperkirakan akan penuh hingga tengah malam sebelum diberangkatkan menuju lokasi bencana.
PMI memastikan operasi kemanusiaan di NTT akan terus berjalan dengan melibatkan berbagai unsur untuk membantu pemulihan masyarakat pascagempa.(*)
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Lewati ke konten
