Teheran, mitrasulawesi.id – Pemerintah Iran mengeklaim pihaknya telah memaksa Amerika Serikat (AS) untuk menerima proposal gencatan senjata yang diajukan Teheran.
Pernyataan ini disampaikan Dewan Keamanan Nasional Iran usai AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yang efektif berlaku pada Rabu (8/4/2026).
Gencatan senjata tersebut sedianya akan berlangsung selama dua pekan dan ditindaklanjuti perundingan di Pakistan. Kesepakatan ini menghentikan perang AS-Israel di Iran yang telah berlangsung selama 40 hari.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (8/4), Dewan Keamanan Nasional Iran mengeklaim telah mencapai kemenangan bersejarah atas AS-Israel.
Berdasarkan keterangan Dewan Keamanan Nasional Iran, 10 poin tuntutan yang diajukan Teheran dalam proposal gencatan senjata adalah sebagai berikut.
1. Jaminan tidak ada agresi baru terhadap Iran
2. Berlanjutnya kontrol Iran atas Selat Hormuz
3. Penerimaan atas pengayaan uranium
4. Pencabutan seluruh sanksi primer
5. Pencabutan seluruh sanksi sekunder
6. Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB (terkait Iran)
7. Penghentian seluruh resolusi Board of Governors (IAEA)
8. Pembayaran kompensasi untuk Iran
9. Penarikan pasukan AS dari Timur Tengah
10. Penghentian perang di setiap front, termasuk Lebanon
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan proposal Iran yang berisi 10 poin tersebut dapat menjadi basis untuk perundingan damai. Trump pun mengaku militer AS telah memenuhi tujuan perang sehingga bersedia berunding.
“Alasan kami menyepakatinya adalah kami telah memenuhi dan melampaui seluruh tujuan militer, dan sudah sangat mendekati dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian permanen dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” kata Trump dalam keterangan tertulis yang dirilis Gedung Putih, Rabu (8/4), dilansir dari kompas.com.
Menurut Tengku Zulkifli Usman dalam tulisan yang beredar di Media Sosial (grup WA) mengatakan Genjatan Senjata antara Iran dan ISAS, atau Israel dan AS. Iran dinobatkan menang perang oleh dunia secara moral walaupun telah babak belur secara materi.
Israel dan AS kalah perang secara moral, hina dan malu secara peradaban manusia dan dunia, dan kehilangan wibawa dan martabat di mata dunia.
Rusia dan China mentertawakan singa yang telah ompong, ISAS, Israel dan AS.
Berikut perinciannya secara detail dan mendalam.
PAKISTAN ACCORDS, IRAN, DAN MASA DEPAN PERANG AS – ISRAEL.
90 menit sebelum tenggat waktu 48 jam yang dikasih Trump untuk Iran kemarin habis, AS justru menerima gencatan senjata selama 2 Minggu dengan Iran.
Gencatan senjata ini diprakarsai oleh Pakistan, tapi Iran tidak yakin dengan Pakistan, Pakistan adalah aliansi kuat AS. Namun, di menit menit akhir, China masuk lewat wapres AS JD Vence. Meyakinkan Iran untuk ceasefire dan Iran menerima.
Jalurnya, Pakistan melobi Trump untuk ceasefire, lalu Pakistan mengontak Iran, Iran lalu juga dikontak oleh China, setelah dikontak China, Iran baru yakin, lalu Iran menetapkan 10 syarat, AS menerima syarat ini sementara, dan terjadilah gencatan senjata sementara yang detailnya akan dibahas di Islamabad Pakistan (Pakistan Accords).
