Gelombang Aksi Mahasiswa Papua Merembet ke Kota Besar di Indonesia

oleh -
[caption id="attachment_618" align="alignnone" width="300"] Aksi Mahasiswa Papua[/caption]

 

MAKASSAR, Mitrasulawesi.id – Isu persekusi serta rasisme terkait laporan perusakan bendera merah putih di Surabaya memicu kerusuhan di Monokowari Papua barat, hingga meluas ke Sorong dan melebar kebeberapa daerah di Indonesia, Senin (19/08/19).

Mereka menggelar aksi mengecam diskriminasi rasial yang menimpa Mahasiswa asal Papua di Malang dan penangkapan Mahasiswa Papua di Surabaya, pekan lalu.

Dilansir dari cnn.indonesia, Aksi serupa juga terjadi di Bandung, Jawa Barat. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Ikatan Mahasiswa se-Tanah Papua (Imasepa) menggelar unjuk rasa damai di Gedung Sate, Kota Bandung.

Unjuk rasa tersebut digelar pukul 14.00 WIB, tampak para demonstran dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Mahasiswa meneriakkan yel-yel sambil membentangkan poster berisi tuntutan mereka.

“Papua bukan merah putih. Papua bukan merah putih. Papua bintang kejora. Baru-baru kau bilang merah putih,” sebut puluhan mahasiswa dan menyanyikan penggalan lagu Papua Bukan Merah Putih.

Demikian juga mahasiswa papua di Medan melakukan orasi dan yel yel.

“Kalian (Indonesia) menindas kami, Bangsa Papua. Ini sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara kami di Surabaya yang disebut monyet,” kata koordinator aksi, Damiel Wandik saat melakukan orasi di depan Kantor DPRD Sumut.

Di depan Gedung DPRD Sumut penjagaan diperketat. Petugas keamanan dan kepolisian sudah bersiaga. Pintu gerbang utama gedung dewan juga sudah ditutup rapat.

Berbeda aksi mahasiswa Papua di Makassar bentrok dengan Ormas di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Daeng Pasewang, Senin malam. (M)