Dukungan Penuh Bupati Gowa, Upaya Pembangunan Pendidikan yang Berkualitas

oleh -0 views

Makassar,Mitrasulawesi.id– Rapat Koordinasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan yang digelar Kementerian Kebudayaan Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, dapat dukungan penuh dari Adnan Purchita Icsan, Bupati Kabupaten Gowa. Rapat koordinasi ini dilaksakan di Hotel Claro, Makassar, Senin (19/8).

Adnan menyampaikan, rapat koordinasi yang melibatkan seluruh kepala daerah dan stekeholder ini, menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan permesalahan yang dihadapi pemerintah, dalam hal peningkatan sumber daya manusia di Indonesia, melalui sektor pendidikan.

[caption id="attachment_642" align="alignnone" width="300"]Bupati Gowa, saat menerangkan soal pendidikan Adnan Purchita Icsan, Bupati Gowa. Saat lagi menerangkan soal pendidikan.[/caption]

“Dengan digelarnya rakorBupati Gowa, saat menerangkan soal pendidikan ini, permasalahan-permasalahan yang ada di daerah otomatis dapat teratasi. Sehingga jangka panjangnya akses dan peningkatan mutu pendidikan di daerah lebih berkualitas,” katanya usai menghadiri rapat koordinasi.

Kemudian, Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan Kebudayaan Nasional, Didi Suhardi menjelaskan dilaksakannya rapat koordinasi, tidak lain untuk membangun pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

Sesuai dengan semboyan Presiden RI, yakni “Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju”, pendidikan menjadi kimponen dasar membangun SDM unggul.

“Kegiatan ini dianggap perlu, untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya.

Indikator pendidikan, diukur berdasarkan seberapa besar kita mampu memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia yang bersekolah, dapat menikmati pendidikannya. Ini sesuai amanat dan undang-undang, maka pemerintah wajib melaksakan wajib belaajar 12 tahun.

“Dengan itu, pendidikan yang berkualitas menjadi tanggung jawab kita bersama, tentu tidak lagi sekedar tujuan-tujuan sementara, tetapi harus langsung dan mungkin menancapkan tujuan-tujuan berkuakitas, dengan menggunakan indiaktor-indikator yang tajam sehingga kita bisa langsung melakukan treatment, intervensi untuk merealisasikan kualitas pendidikan tersebut,” ungkap Didi Suhardi.

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan, bahwa aset paling berharga bagi bangsa Indonesia, ialah generasi yang terdidik dengan baik.

“Kita tentu menyadari betul bahwa negara kita ini, negara yang sangat makmur dan kaya raya akan sumber daya alam yang melimpah, tentu ini bukan modal satu-satunya untuk kita mensejahterakan rakyat. Begitu banyak negara yang minim SDA, tetapi mampu tumbuh dengan memberikan kesejahteraan yang seadil-adilnya pada rakyatnya,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, betapa pentingnya memberikan akses yang baik, untuk mendukung fasilitas-fasilitas pendidikan, serta perlu diperhatikan zonasi dan daya tampung sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Sulsel dengan 24 kabupaten/kota, berjumlah 330 pulau dan salah satu kesulitan yang dihadapi, terkait pelaksanaan UNBK, yakni masyarakat yang ada di pulau harus berhari-hari menggunakan alat transportasi laut sederhana. Selain itu, mereka harus menggarungi lautan yang ganas, bahkan sampai tiga hari tiga malam.