Ini Cara Bank Indonesia Sulsel Sebarkan Virus Cinta Rupiah Kepada Masyarakat Bulukumba

oleh -0 views

Bulukumba, Mitrasulawesi.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan yang tugas pokoknya sebagai Bank Sentral Republik Indonesia sebarkan virus cinta rupiah di 4 kota di Sulawesi Selatan , yaitu Bulukumba, Bone, Pare-pare, dan Palopo. Di mana Kabupaten Bulukumba adalah salah satu puncak kegiatan Gebyar Cinta Rupiah dari 4 titik di Sulawesi Selatan.

Bambang Kusmiarso selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi selatan, mengatakan “Terpilihnya Bulukumba sebagai puncak Gebyar di 4 kota yang ada di Sulawesi Selatan, dikarenakan Bulukumba merupakan kota yang perputaran uangnya capai 197 M setiap bulannya, maka dari itu kami mengapresiasi pemerintah kab. Bulukumba dan ke-11 Bank yang ada di Bulukumba,” terang Bambang Kusmiarso saat ditemui di lapangan Pemuda Bulukumba. Minggu, (6/10/19) pagi.

Sesuai tugasnya, Bank Indonesia mengedukasi masyarakat bagaimana mengetahui yang mana uang palsu dan asli dengan 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).

[caption id="attachment_2601" align="aligncenter" width="148"] Saat Bambang Kusmiarso memperlihatkan 3D kepada Bupati Bulukumba.[/caption]

Selain itu, Bank Indonesia mengajak masyarakat Bulukumba untuk terapkan “5 Jangan” dalam menjaga uang tunai, yaitu jangan diremas, jangan dicoret, jangan dilipat, jangan distaples dan jangan dicuci.

“Gebyar cinta rupiah dilakukan karena telah dilaksanakannya survei di kecamatan Ujungbulu di Bulukumba tentang bagaimana uang rupiah yang beredar apakah layak atau tidak, tapi hasil survei menunjukkan bahwa Bulukumba yang perederan rupiahnya cukup besar tapi tidak diimbangi uang rupiah yang layak edar (UPK),” ucapnya.

Maka dari itu, Bank Indonesia memfasilitasi masyarakat yang ingin menukarkan uang yang tidak layak edar, di 11 Bank yang ada di Bulukumba mulai hari ini dan seterusnya tanpa biaya sepeserpun.

A. M. Sukri A. Sappewali selaku Bupati Bulukumba mendukung penuh kegiatan gebyar cinta rupiah dan menghimbau masyarakat agar menukarkan uang rupiahnya yang sudah tidak layak edar ke-11 bank yang di Bulukumba serta berterima kasih kepada Bank Indonesia karena telah memperhatikan wilayahnya.

“Selaku Pemda tentu berterimah kasih kepada Bank Indonesia karena ada 4 kabupaten, dimana Bulukumba terpilih sebagai titik sentral, berarti Kab. Bulukumba sudah termasuk jadi perhatian dalam ¬†perkembangan ekonomi khususnya di Sulawesi Selatan,” ungkap Sukri A. Sappewali.

Masyarakat yang menukarkan uangnya hari ini akan mendapat merchandize, dan mendapat edukasi bagaimana mengetahui uang palsu dan asli serta cara merawat uang rupiah.

*MILA