Opini : Pendidikan Pesantren Dan Manajemen Pengelolaannya

oleh -
oleh
Penulis, Risda Yanti Mahasiswa STAI DDI Sidrap

Opini, MitraSulawesi.id– Pesantren (atau pesantrian) adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, di mana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.

Baca Juga:  Opini : Titik Garis Perjuangan

Manajemen Pendidikan Pesantren hakikatnya adalah suatu proses penataan dan pengelolaan lembaga Pendidikan Pesantren yang melibatkan sumber daya manusia dan non manusia dalam menggerakkan mencapai tujuan Pen-didikan Pesantren secara efektif dan efisien.

Menurut Robins bahwa fungsi manajemen meliputi perencanan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).

Sedang seorang ahli manajemen ternama Terry berpendapat bahwa kegiatan yang disebut sebagai fungsi manajemen meliputi :

(1) planning menetapakan apa yang menjadi tujuan untuk dicapai selama periode waktu yang akan datang dan apa yang akan dikerjakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca Juga:  Opini: Mengenal Pasar Input

(2) organizing, menggabungkan berbagai pekerjaan, membagi pekerjaan, dan memberi wewenang untuk melaksanakan pekerjaan.

(3) staffing menetapkan kebutuhan sumberdaya manusia, rekrutmen, menyeleksi, melatih, dan mengembangkan sumberdaya manusia.

(4) motivating mengarahkan atau menyalurkan perilaku orang untuk mencapai tujuan.

(5) controlling mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan, menentukan penyebab adanya penyimpangan, dan tindakan koreksi apabila diperlukan.

Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan dan sebagai organisasi juga melaksanakan fungsi-fungsi menajemen sebagaimana halnya organisasi lainnya. Fungsi-fungsi manajemen di lembaga pendidikan semacam pesantren tersebut dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Mengenai pengertian manajemen pendidikan diantaranya dikemukakan oleh Bush dan Mariane : “Educational management is a fild of study and practice concerned with the operation of educational organization” (Manajemen pendidikan merupakan suatu bidang kajian dan praktik yang berorientasi pada organisasi kependidikan).

Baca Juga:  Opini: Biografi Pendiri Darud Dakwah Wal Irsyad

Apabila pengertian manajemen disamakan dengan administrasi, maka menurut Mulyani manajemen (administrasi) pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama kelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan agar efektif dan efisien.

Sedangkan alasan utama diperlukannya manajemen menurut Handoko adalah : (1) untuk mencapai tujuan, (2) untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, (3) untuk mencapai efisiensi dan efektifitas.

Penulis
Risda Yanti

Tinggalkan Balasan