Bangga Keturunan Gowa Perdana Menteri ini, Punya Banyak Prestasi

oleh -

Mitrasulawesi.id– Nama Tun Abdul Razak diabadikan sebagai nama jalan, yang bernama Jl.Tun Abdul Razak, jalan tersebut merupakan jalan utama atau jalan protokol, dimana terletak pada perbatasan kota Makassar dan kabupaten Gowa. Ini sekaligus mempertegas bahwa beliau ini adalah orang Makassar dari Gowa yang merantau ke Negeri Jiran Malaysia.

 

Ketika lawatan Dato’ Seri Najib pada Mei 2009 di Makassar dia berkata “Saya adalah Anak Gowa, dan Hari ini saya balik ke Gowa bukan untuk merampas takhta Raja Gowa.Melainkan untuk menjalin semangat kekeluargaan yang sebenarnya tidak pirus… Saya adalah Anak Gowa yang merantau 11 (sebelas) Generasi lamanya.

 

Raja Gowa ke-16 Sultan Hasanuddin memliki putera yang juga Raja Gowa ke-19 I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil. Salah seorang putra Sultan Abdul Jalil ini yang bernama Karaeng Aji telah merantau ke Pahang Malaysia. Baginda Sultan Hasanuddin leluhur kepada Dato’ Seri Najib bin Tun Abdul Razak. Tun Abdul Razak adalah Perdana Menteri Malaysia yang ke-2 yang juga ayahanda Najib Tun Razak. Najib Tun Razak adalah Perdana Menteri Malaysia yang ke-6.

Baca Juga:  HMI Makassar Beri Selemat Buat Pimpinan KPK Terpilih

 

Sekembalinya ke tanah cairan, Tun Razak bergabung Pelayanan Publik Malaya. Tun Razak adalah seorang yang berkaliber dalam politik, ini terbukti karena pada tahun 1950 beliau dilantik dibuat menjadi Ketua Pemuda Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Dua tahun kemudian, beliau dibuat menjadi Sekretaris Kerajaan Barat dan pada Februari 1955, pada usia 33 tahun, beliau dibuat menjadi Menteri Agung Pahang. Dia tanding dan menang dalam pemilu negara yang pertama pada Juli 1955 dan dilantik dibuat menjadi Menteri Pendidikan. Tun Razak juga merupakan anggota rombongan ke London untuk menuntut kemerdekaan dari Inggris pada Februari 1956.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa Palopo Turun ke Jalan, ini Tuntutannya

 

Sesudah pemilu 1959, dia dibuat menjadi Menteri Pembangunan Luar Kota disamping mengemban tugas-tugasnya sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia dan Menteri Pertahanan Malaysia. Kejayaan yang dicapainya termasuk merangka satu kebijakan pembangunan yang meliputi setiap kebutuhan negara, yang dikenal sebagai ‘Buku Merah’. Pada September 1970, Tun Razak menggantikan Tunku Abdul Rahman Putra sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Baca Juga:  Warga Apresiasi Kinerja DPU Bidang Laston Makasssar

 

 

Tun Abdul Razak juga dikenal sebagai orang yang bertanggung jawab dalam melancarkan Kebijakan Ekonomi Baru (DEB) pada tahun 1971. Dia dan “generasi kedua” ahli politik Melayu melihat akan perlunya untuk menyelesaikan perbedaan ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh korban rasisme. DEB meletakkan dua tujuan dasar – untuk mengurangi dan menghapuskan kemiskinan tanpa mengira kaum dan menyusun kembali kegiatan ekonomi.

 

Tun Abdul Razak mendirikan Barisan Nasional pada 1 Januari 1973 untuk menggantikan partai berkuasa, Partai Aliansi. Dia telah berhasil menambah jumlah anggota partai dan menghasilkan perpaduan untuk membentuk ketahanan nasional melalui stabilitas politik.(tim)

Tinggalkan Balasan