Ia mengaku harga solar subsisdi di seluruh Indonesia seragam yaitu Rp 6.800 per liter. Meski dijual oleh penyalur, tetap dengan harga yang sama.
Pihak Pertamina juga menyampaikan bahwa penyalur diatur dalam peraturan bupati. Mereka diawasi langsung oleh Pemda.
Kepala Bagian Ekonomi Daerah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Rahman Made saat dihubungi melalui WA mengaku harga solar subsidi dinaikkan oleh para pengecer.
“Jadi kenaikan harga ini dimanfaatkan oleh pengecer atau spekulator mengambil kesempatan dalam kesempitan,” pintanya.
Ia mengaku harga BBM Subsidi sudah diatur melalui Surat Keputusan Bupati berdasarkan jarak tempuh.
“Jadi penyalur resmi mengambil solar di APMS dengan jarak 5 Kilo meter (Km) sampai 20 Km bisa menaikan harga hanya sebesar Rp1.000 perliter dan diatas 25 Km hanya Rp1.500 perliter,” kata Rahman Made.
“Begitu pula di kepulauan berdasarkan mil, sudah ada SK bupati yang mengatur terkait penambahan ongkos angkut berdasarkan jarak tempuh,” jelasnya. (#*#/Idl)
