Opini: Mengenal Teori Utilitas di Bidang Ekonomi

oleh -
oleh

Opini, MitraSulawesi.id– Dalam Bidang ekonomi, teori utilitas adalah suatu istilah yang berkaitan dengan kepuasan konsumen. Secara garis besar, utilitas berarti manfaat, fungsi atau kegunaan suatu produk bagi para konsumennya.

Jadi, semakin tinggi kepuasan pengguna, maka nilai utilitasnya semakin tinggi. Meski begitu utilitas suatu produk bersifat relatif.

Apa itu Utilitas

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian utilitas adalah faedah atau manfaat. Sedangkan pada ilmu ekonomi, pengertian utilitas lebih Mengacu pada kepuasan konsumen saat mengkonsumsi barang atau jasa.

Disebutkan juga dalam teori ekonomi, berdasarkan pilihan rasional, biasanya konsumen akan berusaha meningkatkan dan memaksimalkan utilitasnya. Namun, secara praktek, sulit untuk mengukur utilitas konsumen karena sifatnya sangat relatif.

Dari penjelasan di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa utilitas adalah kemampuan suatu produk atau komoditas dalam memuaskan keinginan manusia. Sehingga, utilitas juga disebut sebagai segala sesuai yang memuaskan komoditas produk atau layanan.

Penulis, Mahasiswa STAI DDI Sidrap, Prodi Ekonomi Syariah, Syamsinar Ramadhani

Fungsi Utilitas

Sederhananya. Fungsi utilitas adalah mengukur seberapa besar manfaat atau kepuasan yang dialami oleh konsumen ketika mereka menggunakan suatu barang atau jasa. Dari situ, konsumen bisa memberikan penilaian terhadap produk tersebut dan berbagai pengalaman mereka.

Sehingga, jika nilai utilitas tinggi maka bisa dikatakan bahwa nilai kepuasan konsumen akan suatu produk tinggi. Hal ini menjadikan value yang dimiliki oleh perusahaan juga meningkat, dan sebaliknya.

Baca Juga:  Melaui Vicon, Persit Kartika Chandra Kirana Mengikuti Dankorsis

Jenis-jenis Utilitas

Dalam teorinya, utilitas memiliki berbagai jenis. Adapun jenis-jenis utilitas adalah sebagai berikut.

(1). Utilitas waktu (time utility)

Utilitas waktu berorientasi pada ketersediaan produk. Sehingga, konsumen bisa membelinya kapan saja sesuai kebutuhan mereka. Suatu perusahaan dapat memaksimalkan utilitas ini dengan menyesuaikan proses produksi. Mulai dari perencanaan hingga pengiriman.

(2). Utilitas kepemilikan (possession utility)

Utilitas kepemilikan dikaitkan dengan kepuasan konsumen ketika memiliki suatu produk. Misalnya, memiliki mobil sering dianggap sebagai utilitas tinggi. Selain itu, akses kemudahan dalam memiliki produk juga berpengaruh pada peningkatan utilitas.

(3). Utilitas tempat (place utility)

Utilitas tempat adalah tentang ketersediaan produk secara fisik dan bagaimana hal itu bisa diakses oleh konsumen. Misalnya, lokasi toko yang mudah dijangkau.

(4). Utilitas bentuk (form utility)

Seperti namanya, jenis utilitas ini mengacu pada seberapa baik kualitas dan bentuk produk yang digunakan oleh para konsumen. Apakah produk tersebut bisa memberikan solusi kepada mereka.

Sebagai contoh: Gandum memang sudah memiliki nilai guna tersendiri bagi konsumen. Tetapi, jika sebuah perusahaan mengolahnya menjadi roti itu akan menambah minat konsumen untuk mengonsumsi gandum tersebut dan bisa meningkatkan nilai guna utilitas.

Baca Juga:  Si Koboy dari Timur
Mahasiswa STAI DDI Sidrap, Prodi Ekonomi Syariah, Auliya Rezki

Pendekatan Utilitas

Selain dibagi menjadi beberapa jenis, utilitas juga memiliki dua pendekatan, yaitu kardinal dan ordinal. Berikut masing-masing penjelasannya.

(1). Kardinal (cardinal utility)

Kardinal pada utilitas adalah suatu pendekatan terhadap manfaat atau kegunaan yang tidak dapat diukur, namun bisa dibandingkan antara satu produk dengan lainnya. Sehingga, pendekatan ini bersifat kualitatif.

Misalnya, Anda lebih puas jika bisa membeli dua roti dengan uang Rp100 ribu. Sedangkan, Roni lebih puas bila uang Rp100 ribu tersebut untuk membeli dua roti dan dua minuman. Dengan kata lain, kepuasan yang didapat ditentukan sendiri oleh konsumen tanpa adanya pengukuran nilai.

(2). Ordinal (ordinal utility)

Berbanding terbalik dengan kardinal, pendekatan ordinal pada utilitas adalah suatu pendekatan terhadap manfaat yang bisa diukur melalui angka secara tersusun. Sehingga pendekatan ini bersifat kuantitatif.

Dalam mengukurnya, ekonom akan menggunakan satuan “util”. Misalnya, Romi memahami bahwa makan nasi goreng akan menghasilkan 10 util, sedangkan makan ikan bakar akan menghasilkan 15 util. Maka makan ikan bakar bisa lebih memuaskan.

Biaya Utilitas

Melalui perkembang bidang ekonomi, saat ini kita mengenal adanya biaya utilitas atau utility cost. Apa itu? Biaya utilitas adalah biaya yang dikeluarkan oleh seseorang atau perusahaan berkaitan dengan biaya listrik, air, telephone, internet dan sebagainya.

Baca Juga:  Opini: Prinsip Belajar dan Keterampilan Mengajar

Biaya ini dibagi menjadi dua jenis yaitu tetap dan variabel. Biaya utilitas adalah tetap apabila penggunaannya tidak berpengaruh pada tagihan. Misalnya, biaya paket bulanan internet. Sedangkan, bersifat variabel bila besarnya tagihan dipengaruhi oleh penggunaan.

Contoh Utilitas

Agar lebih memahami bagaimana konsep teori utilitas dalam bidang ekonomi, simak deskripsi contoh utilitas berikut ini.

Katakanlah Anda ingin membeli motor. Ada dua pilihan yang menjadi pertimbangan Anda. kedua motor tersebut memiliki desain dan fitur yang hampir sama. Namun, motor kedua menawarkan kelebihan pada fitur keselamatan. Sehingga, selisih harga Rp10 juta dengan motor pertama.

Jika Anda membeli motor kedua meski dengan perbedaan harga Rp10 juta, maka Anda telah menerima utilitas dari motor kedua. Utilitas ini diyakini oleh konsumen bahwa mereka akan bisa meminimalisir risiko kecelakaan dengan memilih motor kedua.

Jadi kesimpulannya, Utilitas adalah dimana seorang konsumen memiliki kepuasan tersendiri ketika mengonsumsi barang atau jasa miliknya. Tetapi, nilai utilitas itu sendiri akan menurun ketika seorang konsumen sudah mencapai puncak kepuasan dan selalu melakukan atau mengonsumsi hal tersebut, sehingga menyebabkan penurunan marginal utility.

Penulis, Syamsinar Ramadhani, Auliya Rezki