Saiful Arif mengatakan, wacana “one day no fishing” (sehari tanpa menangkap ikan) yang terus didorong agar kearifan lokal ini menjadi regulasi di tingkat desa. Dan saat menyampaikan undangan untuk menghadiri Festival Takabonerate yang direncanakan tanggal 9 Oktober mendatang.
Lebih lanjut, disampaikan, dalam kurun waktu beberapa bulan ini ada dua kapal yang sempat berkunjung ke pulau Tinabo yang memuat sekitar 88 wisatawan mancanegara, yakni dari Australia 81 orang, New Zealand 3, United Kingdom 2, serta United States dan Netherlands masing masing 1 orang.
Ini pertanda bahwa Takabonerate sebagai Cagar Biosfer Kepulauan Selayar makin diminati oleh wisatawan lokal dan juga oleh wisman.
Karena itu, “Ayo ke Selayar”, ajaknya, disambut applause yang meriah oleh seluruh panitia dan peserta.
Konfrensi Tingkat Regional ini, merupakan tindak lanjut konferensi tingkat Nasional di Makassar, sekaligus persiapan konferensi tingkat Dunia yang direncanakan akan berlangsung di China awal tahun depan.
Acara ini diselenggarakan oleh Unesco Jakarta, berlangsung dua hari, Selasa – Rabu (30 April s/d 1 Mei) dan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Laode Fasikin dan ditutup Bupati Wakatobi H. Haliana, S.E.
Konferensi ini diikuti Komite Nasional MAB di Asia Tenggara, Stakeholders Utama MAB, perwakilan Kementrian terkait, Akademisi, NGO, serta beberapa Kepala UPT Kementrian LHK, Perwakilan Pemerintah Daerah, Pengelola Cagar Biosfer di masing-masing daerah.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
