Pemerintah sering bilang pro rakyat. Tapi benarkah begitu?
Ikuti polling kami dan sampaikan pendapat Anda tentang perhatian pemerintah terhadap rakyat Indonesia saat ini.
Polling Mitra Sulawesi: Apakah Pemerintah Indonesia Masih Memikirkan Rakyatnya?
Beban Ganda Warga Makassar: Dibalik Euforia Pemilahan Sampah dan 4 Tong Warna-Warni
Makassar, mitrasulawesi.id – Kota Makassar sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan gerakan “Sampahku Tanggung Jawabku” dengan mewajibkan warga memilah sampah dari rumah.
Soroti Kerusakan MB Pelabuhan Pamatata. Hentikan Saling Lempar Tanggung Jawab
Selayar, mitrasulawesi.id – Kepulauan Selayar memiliki posisi strategis sebagai gerbang maritim Sulawesi Selatan. Namun potensi itu belum sebanding dengan kondisi infrastruktur penunjang di lapangan.
Menjaga Ruh Leluhur: Amankan Hak Paten Pinisi dari Alih Teknologi Ilegal
Makassar, mitrasulawesi.id – Kapal Pinisi bukan sekadar kayu yang dirangkai menjadi perahu. Ia adalah mahakarya peradaban maritim Nusantara, simbol ketangguhan nenek moyang suku Bugis-Makassar, dan telah diakui dunia melalui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) sejak 2017.
Beras, Psikologi Konsumsi, dan Dampak Kesehatan di Indonesia: Sebuah Refleksi Empiris
Opini, mitrasulawesi.id – Sepiring nasi putih sering dianggap sebagai simbol identitas pangan utama warga Indonesia. Meskipun variasi pangan lokal seperti singkong atau sagu tetap tersedia, beras tetap menjadi sumber karbohidrat dominan.
Manusia Itu Secara Alami Baik
Hari Selasa kemarin, 27 Pebruari 2024, bersama beberapa organisasi lintas benua (Afrika, Asia, Eropa, Amerika) Nusantara Foundation kembali menjadi co sponsor acara UN Interfaith Harmony. Acara ini merupakan acara rutin tahunan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York sebagai pengingat urgensi relasi damai dan harmonis antar kelompok manusia.
Isra’ Mi’raj dan Kepemimpinan
Setelah wafatnya Paman dan berpulangnya isteri beliau ke Rahmatullah’, tantangan yang dihadapi Rasulullah di Mekah semakin menjadi-jadi. Dan itu merupakan anti klimaks dari rentetan tentangan yang terjadi kepada beliau dan para sahabatnya. Dari halangan dalam menjalankan Dakwah, intimidasi dan kekerasan, hinaan dan cacian, hingga boikot kepada keluarga Rasulullah Bani Hasyim.
Tendensi Memaksakan Pilpres Satu Putaran
Jauh sebelum pencapresan berbagai wacana tentang pilpres ini menampakkan banyak keanehan. Dari sinisme yang terbangun bahwa Anies tak akan bisa masuk dalam bursa capres, hingga pernyataan seorang menteri dan politisi senior yang mengatakan “hanya akan ada dua capres”. Seolah kekuasaan dan keputusan pencapresan itu ada dalam genggamannya. Belakangan kita mendengar ungkapan “iya tunggu aja. Semoga Anies lolos jadi capres”. Kita tahu yang dimaksud itu bahwa dia gak yakin Anies bakal berhasil jadi capres RI.
Debat Cawapres dan Otentisitas Pencalonan
Saya kembali mempertanyakan ini, karena terlepas dari tendensi tafsiran politis yang ada terkait dengan doa, ada dua hal mendasar yang perlu diingat.
- 1
- 2
- …
- 10
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










