Listrik 5 Desa di Luwu Timur Menyala 24 jam

oleh -
oleh

Makassar, mitrasulawesi.id – 27 Desember 2019 – Masyarakat lima desa di Kabupaten Luwu Timur kini patut berbahagia. Pasalnya masyarakat di lima tersebut, yang sebelumnya hanya menikmati listrik 12 jam (pukul 18.00 – 05.00) kini dapat menikmati sepanjang hari. Penyalaan listrik desa secara simbolis diresmikan di Desa Bantilang Kab. Luwu Timur, Jumat (27/12/19).

Hadir dalam penyalaan simbolis tersebut Bupati Luwu Timur, Ir HM Thorig Husler beserta jajaran Forpimda Luwu Timur, Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketrnagalistrikan (UP2K) Sulsel, Syaifuddin, dan Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo, Raditya Hari Nugraha beserta jajaran.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Pelaku Pencurian HP Diringkus Polres Palopo
Penyalaan Listrik 5 listrik Desa secara simbolis di Luwu Timur, Jumat (27/12/19).

Kelima desa tersebut adalah desa Loeha, desa Bantilang, desa Tokalimbo, desa Ranteangin, dan desa Masiku. Walaupun medan pembangunan berbatu, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk PLN melistriki desa tersebut. Dengan jumlah pelanggan saat ini 924 pelanggan serta potensi penambahan sebanyak 200 pelanggan, PLN membangun sepanjang 45 KMS Jaringan Tegangan Menengah. Bersamaan dengan beroperasinya JTM tersebut, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Loeha juga dinonaktifkan sehingga penyaluran tenaga listrik lebih efisien.

Bupati Luwu Timur, Ir HM Thorig Husler menyampaikan rasa syukurnya karena kini listrik telah menyala 24 jam. “Terimakasih atas penyalaan listrik 24 jam dari PLN sehingga masyarakat bisa lebih produktif, utamanya mendukung perkembangan di sektor pertanian dan perkebunan sehingga muaranya dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ucap Ir HM Thorig Husler.

Baca Juga:  Terus Berinovasi, Pemprov Sulsel Hadirkan Aplikasi Baruga Sikola

Tidak hanya itu PLN turut memberikan bantuan CSR berupa penyambungan pasang baru listrik sebanyak 100 pelanggan di desa Massiku Kec. Towuti Malili.

Manager UP2K Sulawesi Selatan Syaifuddin turut menghimbau agar masyarakat ikut menjaga keandalan jaringan dengan cara memantau pohon yang sudah menyentuh jaringan untuk selanjutnya dilaporkan kepada petugas PLN. “Harapannya dengan menyalanya listrik selama 24 jam, masyarakat bisa memanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan, kualitas pendidikan dan ibadah,” pungkas Syaifuddin.

Baca Juga:  Dikeroyok Pertanyaan, Kadishub Lutra Hadiri Musrembang Tingkat Kecamatan

Pada penghujung acara, Yayasan Baitul Maal PLN juga menyerahkan Bantuan senilai 5 juta rupiah untuk Guru Mengaji, Marbot Masjid, Siswa Kurang mampu dan Kaum Dhuafa. (Ria Rizki)


Eksplorasi konten lain dari mitra sulawesi

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan Balasan