Bukit Tamalate, Benteng Kerajaan Pertama di Gowa

oleh -10 views

Gowa,Mitrasulawesi.id– Nilai Penting Sejarah sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan Indonesia khususnya di Kabupaten Gowa. Sabagai salah satu kerajaan terbesar di masa lampau Gowa di kenal hingga ke manca Negara.

Membahas tentang Kerajaan Gowa, setidaknya ada dua tempat yang
memegang peranan penting dalam perjalanannya menjadi salah satu kerajaan
besar, yang pernah ada di Indonesia. Pertama, Benteng Somba Opu yang merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja
Gowa ke -9. Selain sebagai pusat pemerintahan, Somba Opu juga berperan
sebagai Bandar niaga yang terbesar saat itu. Kedua, Benteng Kale Gowa yang
merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Gowa sebelum Raja Gowa ke -9
memerintah.

Pusat pemerintahan terletak di Bukit Tamalate yang sekarang menjadi Kompleks makam Raja-Raja Gowa-Tallo yang berada di kelurahan Katangka dan Kelegowa Kecamatan Sumba Opu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Kawasan Benteng Kale Gowa memegang peranan penting
dalam perjalanan sejarah di Sulawesi Selatan.

Di dalam kawasan tersebut, terdapat beberapa bangunan dan struktur yang juga
menjadi bukti penting dalam perkembangan sejarah di Sulawesi Selatan.
Pertama, Kompleks Makam Sultan Hasanuddin di Bukit Tamalate. Pada
kompleks ini terdapat beberapa makam Raja Gowa yang membawa pengaruh
besar terhadap kebesaran Kerajaan Gowa, Makam tersebut antara lain, Makam I Mangngarangi Daeng Manrabbia, Karaeng Lakiung Sultan Alauddin tumenangna ri Gaukanna (raja ke-14) yang merupakan Raja Gowa pertama, yang menerima Islam sebagai agama kerajaan. Pada masa pemerintahannya, saat itu pula Islam mulai disebarkan ke seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Selain itu juga sangat mempengaruhi konstelasi politik
dan kehidupan social di Celebes (Selatan Selatan).

Peristiwa tersebut, pada masa ini pula Kerajaan Gowa mulai melakukan kontak pertama dengan VOC, yang dikemudian hari menjadi musuh utama Kerajaan Gowa.

Selain itu ada Makam Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke -15. Banyak sejarawan kemudian menganggap bahwa puncak keemasan Kerajaan Gowa adalah ketika Sultan Malikussaid, menduduki tahta. Hubungan dengan beberapa Kerajaan besar
dilakukan misalnya dengan Raja Inggris, Raja Kastilia Spanyol, Raja Portugis dan Mufti di Mekah. Pada pemerintahan Sultan Malikussaid pula, Kerajaan Gowa
memiliki seorang Mangkubumi yang terkenal dengan kemampuan komunikasi
dan penguasaan bahasa asing yakni Karaeng Pattingalloang kecendekiawannya yang menguasai beberapa bahasa asing seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis, Latin dan Arab.(Bersambung)

Sumber: Mattulada