Syahbandar Pelabuhan Bira Minta Dicopot dan Diaudit

oleh -2 views

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Seringnya molor berjam jam jadwal pemberangkatan kapal feri dari pelabuhan Bira – Pamatata menuai protes dari masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan laut, khususnya masyarakat kabupaten kepulauan selayar.

Keluhan molor atau penundaan jadwal pemberengkatan kapal, bukan baru pertama kalinya dikeluhkan masyarakat selayar. Termasuk keluhan nomor antrian kendaraan sering disampaikan oleh masyarakat selayar melalui media sosial.

Ketua DPD AMPI Kepulauan Selayar, Mursalim, S Sos, meminta kepada pihak terkait. Baik pemerintah Provinsi Sulsel dan Kementerian Perhubungan, untuk segera mengaudit kinerja Otoritas pelabuhan Bira.

“Agar segera mencopot Kepala Syahbandar Pelabuhan Bira, dan di audit kinerjanya,” keluh Mursalim, Jumat (16/4/21).

Alasan Ketua DPD AMPI Kepulauan Selayar ini, mencopot dan mengaudit sistem kinerja kepala syahbandar Pelabuhan Bira tersebut, karena sangat merugikan pengguna jasa penyeberangan terutama masyarakat Kepulauan Selayar.

“Sudah 2 jam diatas kapal, yang awalnya sudah selesa pemuatan pada pukul 12.00, sekarang sudah pukul 14.46 Wita belum juga berangkat,” ketus Mursalim.

Alasan lain yang dikemukakan Mursalim, walaupun sudah ada jadwal yang ditetapkan, namun proses penyebarangan selalu terlambat di akibatkan oleh lambannya Syahbandar mengeluarkan surat jalan berlayar.

“Jalanji tapi pelayanannya amburadul, semua penumpang sudah ada di atas fery tpi fery tidak berangkat karena tidak ada surat ijin berlayar dari syahbandar, padahal cuaca bagus dan tidak ada larangan berlayar dari BMKG,” tegas Ketua AMPI Kepulauan Selayar.

Sementara, molornya jadwal pemberangkatan KMP. Kormomolin pada Trip kedua, Jumat (16/4) hingga berjam jam juga ikut dirasakan oleh Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali. (#*#)

Editor: Muh Jufri

Baca Juga:  Penghujung Ramadhan, Pangdam XVIII/Kasuari Bagikan 60 Parsel Ke Anak Yatim Piatu