Imam Shamsi Ali: Serangan AS ke Venezuela Bentuk Arogansi Global

oleh -

New York, mitrasulawesi.id – Ulama asal Kajang, Sulawesi Selatan, yang kini berdakwah di New York, Imam Shamsi Ali, menilai serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan penculikan presiden Nicolas Maduro sebagai bentuk arogansi global yang mengancam keadilan dunia.

Dalam wawancara eksklusif melalui WhatsApp bersama mitrasulawesi.id, Senin, (5/1/26) Malam Waktu Indonesia Tengah, Imam Shamsi menegaskan bahwa alasan “perang melawan narkoba” yang diklaim pemerintah AS hanyalah justifikasi politik.

Baca Juga:  Kapal Pesiar MV Scenic Eclipse II Bawa 177 Turis Nikmati Pulau Lantigiang

“Ini sama seperti alasan senjata kimia di Irak dulu. Motif sesungguhnya adalah ekonomi dan kepentingan geopolitik,” ujarnya.

Imam Shamsi juga menyoroti bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan bersikap pro-Palestina serta dekat dengan Iran, dua faktor yang membuatnya menjadi sasaran blok kepentingan global yang didominasi oleh Amerika dan sekutunya.

“Dunia harus melawan arogansi global Amerika. Serangan Amerika ke Venezuela adalah arogansi global yang mengancam tatanan dunia,” tegasnya.

Baca Juga:  Klarifikasi Kadis Kesehatan Sulsel, yang Dituding Corona

Ulama asal Kajang, Sulawesi Selatan, yang kini menetap di Amerika Serikat menyebut tindakan Amerika terhadap Venezuela sebagai bentuk arogansi global yang membahayakan keamanan dan keadilan internasional.

Ia menilai alasan yang digunakan pemerintah AS untuk menyerang dan menculik presiden Venezuela hanyalah justifikasi politik, bukan alasan moral.

“Klaim tentang narkoba itu hanya alasan yang dibuat-buat. Sama seperti dulu ketika Amerika menyerang Irak dengan dalih senjata kimia. Faktanya, semua itu hanya pembenaran untuk kepentingan ekonomi dan politik global,” ujar Shamsi Ali.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses