SELAYAR, mitrasulawesi.id – Isu bongkar muat 285 drum BBM bersubsidi di Gudang Produksi Benteng akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Kepala Bagian Ekonomi Setda Kepulauan Selayar, Mursalim dan Direktur Utama PT Bumi Maritim, Muh. Arwib.
Dalam pertemuan dengan Awak Media tersebut di Kantor PT Bumi Maritim, Rabu 26/8/2026, keduanya meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait aktivitas pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.
Mursalim menjelaskan bahwa PT Bumi Maritim yang sebelumnya bernama PD Berdikari, kini mendapat penugasan khusus dari Pemerintah Daerah sebagai “Korps Bisnis BBM”.
“Kenapa bukan orang per orang yang didorong? Karena perusahaan ini di bawah naungan pemerintah daerah dan ada pengawasan bersama. Beda dengan sub penyalur orang per orang, semaunya saja menempatkan harga,” tegas Mursalim.
Menurutnya, kehadiran PT Bumi Maritim untuk menebus sisa kuota BBM yang tidak mampu ditebus oleh SPBU dan sub penyalur yang ada. Tugas ini khusus untuk di Kepulauan.
“Model penyalurannya itu dari SPBU langsung ke kapal karena memang kita menempatkan PT Bumi Maritim hanya untuk wilayah kepulauan. Di daratan sudah ada 3 penyalur, yang sulit itu di pulau yang tidak ada SPBU,” jelasnya.
Mursalim dan Muh. Arwib juga membantah keras isu penimbunan. Ia menyebut foto 285 drum yang viral itu adalah drum kosong milik PT Bumi Maritim.
“Gudang ini adalah penampungan drum kosong. Tidak ada dan tidak boleh ada BBM di dalam. Saya sudah garis bawahi dari awal. Kenapa? BBM ini bahan yang mudah terbakar,” ujar Mursalim.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Lewati ke konten
