Ia menambahkan, yang dibongkar muat malam itu hanya titipan 15 drum atau 3.000 liter dari sub penyalur dari Pulau Pasimasunggu dan Kayuadi yang tidak dapat tempat, sambil menunggu kapal berangkat karena cuaca buruk.
“Sempat di-framing 285 drum artinya 57.000 liter. Wah luar biasa itu. Padahal itu drum-drum kosong semua dan bisa dicek,” lanjutnya.
Klik disini..! Heboh! Dugaan Bongkar Muat 285 Drum BBM Subsidi Masuk Gudang
Sementara Muh. Arwib menjelaskan, saat ini PT Bumi Maritim masih dalam proses pengurusan izin ke BPH Migas dan Pertamina. Proses Legal Masih Berjalan.
“Nantinya, kami ditugaskan menebus sisa kuota yang nganggur, bukan mengambil jatah SPBU,” kata Muh. Arwib, Dirut PT Bumi Maritim.
Mursalim menambahkan, targetnya selesai 30 September. SK HET dan SK calon sub penyalur juga masih diproses di Bagian Hukum dan menunggu tanda tangan Bupati
“PT Bumi Maritim ini didorong untuk berbisnis BBM. Dan bisnisnya itu yang legal. Bukan main copot-copot atau sembunyi-sembunyi. Bagaimana BBM sebanyak itu mau di sembunyi-sembunyi? Logikanya tidak masuk akal,” pungkas Mursalim.
Pemerintah Daerah berharap dengan adanya PT Bumi Maritim, distribusi BBM ke pulau-pulau bisa lebih merata dan harga bisa ditekan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya.
Pertemuan ini dilanjutkan sesi tanya jawab, kemudian dilanjutkan pengecekan langsung oleh awak media ke Gudang Produksi tempat penyimpanan drum kosong milik PT Bumi Maritim.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Lewati ke konten
