Kisah Inspiratif ! Penjual Bakso Keliling Naik Haji Bareng Istri

oleh -
Penjual Bakso Keliling di Kendari, Abdul Munir Rahman

Kendari, MitraSulawesi.id– Banyak cara tuhan memberikan rezeki kepada hambanya, bukan begitu ?

Seperti kisah seorang pria bernama Abdul Munir Rahman (58) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia mampu hidup layak meski hanya berjualan bakso keliling. Munir sejauh ini sudah naik haji bareng istri hingga membeli 2 unit rumah dari hasil jualan bakso keliling.

Munir merupakan warga Kendari Barat, Kota Kendari, Sultra. Munir memulai perjuangan saat dia dan sang istri, Hasniah Ambo (49) merantau ke Kota Kendari dari daerah asalnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 1992. Munir sejak awal hanya berjualan bakso keliling di Kendari.

“Orang tua suruh setelah nikah jualan ikan sama bakso saja, tetapi pas pindah di Kendari dapat bakso, ya sudah bakso saja keinginan orang tua terpenuhi,” kata Munir dilansir dari detik.com, Selasa 22/02/22.

Munir memang menggeluti usaha bakso sejak remaja. Sejak tamat bangku SMA pada tahun 1984, Munir sudah aktif berjualan bakso keliling.

Usai pulang sekolah, Munir berkeliling hingga larut malam. Munir kemudian lebih rutin lagi saat sudah menikah.

“Sudah menikah dan pindah ke Kendari saya sudah rutin jualan, kalau SMA dulu memang masih bantu orang tua,” paparnya.

Saat pertama kali menginjak Kota Kendari, ia bersama sang istri hanya memiliki modal jualan bakso dan mengontrak rumah. Bahkan, Munir bersama keluarga kecilnya harus menunggu 17 tahun baru bisa merasakan rumah sendiri.

“Sebelum punya rumah saya ngontrak dulu, pindah-pindah selama 17 tahun,” ujarnya.

Hingga pada tahun 2008, Munir akhirnya bisa membangun sebuah rumah. Bahkan, bisa membangun rumah kedua untuk dikontrakkan.

Setelah berhasil membangun rumah, Munir bersama sang istri mulai mengejar cita-cita menunaikan ibadah haji di tanah suci. Munir dan istrinya kian terpacu bekerja keras lagi.

Munir dan istri berbagi pekerjaan, istrinya membeli bahan pokok di pasar, sementara ia memproduksi bakso dan menjualnya.

“Jadi saya dulu jualannya keliling, dari Bunga Duri, Kendari Beach, pokoknya saya keliling saja sampai habis,” kata Munir mengenang kembali kisah hidupnya.

Ia bercerita awal-awal dirinya menjual bakso, selalu ditemuinya orang mabuk-mabukan di jalanan. Namun, Munir tidak takut. Ia mengaku punya cara tersendiri agar tidak diganggu.

“Saya punya trik, kalau lewat banyak orang mabuk, bukan saya hindari tapi malah saya tawarkan bakso, atau potongan daging. Sampai saya paksa, saya anggap mereka teman lama,” tutur Munir.

“Dan alhamdulillah mereka anggap saya saudara, jadi kalau ada yang mau palak mereka maju duluan,” ujarnya.

Hingga akhirnya tahun 2009, uang untuk melaksanakan ibadah haji sudah mulai banyak. Maka Munir berinisiatif untuk mengambil daftar tunggu haji. Perjuangannya tidak sampai di situ karena harus terus bekerja keras untuk memenuhi seluruh pembayaran haji.

“Jadi ada uang sedikit tabung di celengan, kalau kira-kira sudah banyak baru disetor lagi di bank,” paparnya.

“Dan alhamdulillah, tahun 2014 saya bisa berangkat haji di tanah suci bersama ibu haji,” imbuh dia.

Tak hanya mencapai keinginannya semata, tiga anaknya sudah mengenyam pendidikan tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Anak pertama kembali ke rumah teruskan usaha bakso saya, anak kedua dan ketiga lanjut kerja di Jakarta, mereka usaha jual hasil laut,” paparnya.

Saat ini, Munir masih aktif berjualan bakso keliling. Ia mengaku tidak bisa meninggalkan usaha yang selama ini membesarkan keluarganya. Ia juga berjualan di tempat pelelangan ikan (TPI) Kota Kendari saat pagi, dan sore hari mulai keliling berjualan menggunakan gerobak.

“Di rumah anak saya yang jaga, di sini (TPI) pagi sampai siang. Nanti sore jam 5 saya mulai keliling dorong gerobak sampai jam 12 malam. Alhamdulillah selalu habis,” pungkasnya.(HK/tim)