Prabowo Pangkas 306,69 T Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025

oleh -

Belanja alat tulis kantor (ATK) menjadi pos anggaran yang paling besar untuk dihemat pengeluarannya oleh Pemerintah. Pos belanja alat tulis kantor dilakukan efisiensi hingga mencapai 90% dari anggaran awal.

Selain alat tulis kantor, dalam surat edaran yang diberikan Sri Mulyani pos belanja berikutnya yang harus dihemat adalah belanja percetakan dan souvenir dengan penghematan mencari 75,9% dari anggaran awal. Berikutnya ada sewa gedung, kendaraan, dan peralatan yang harus dihemat sampai 73,3%.

Baca Juga:  Kisah Anena Korban Gempa Nekat Antar Ibunya ke RS di Selayar Tanpa Bekal

Secara lengkap sekitar 16 pos anggaran yang harus dihemat kementerian dan lembaga, bila dirunut sesuai besaran penghematannya berikut ini daftar lengkapnya:

  1. Alat tulis kantor (ATK): 90%
  2. Percetakan dan souvenir: 75,9%
  3. Sewa gedung, kendaraan, dan peralatan: 73,3%
  4. Belanja lainnya: 59,1%
  5. Kegiatan seremonial: 56,9%
  6. Perjalanan dinas: 53,9%
  7. Kajian dan analisis: 51,5%
  8. Jasa konsultan: 45,7%
  9. Rapat, seminar, dan sejenisnya: 45%
  10. Honor output kegiatan dan jasa profesi: 40%
  11. Infrastruktur: 34,3%
  12. Diklat dan bimtek: 29%
  13. Peralatan dan mesin: 28%
  14. Lisensi aplikasi: 21,6%
  15. Bantuan pemerintah: 16,7%
  16. Pemeliharaan dan perawatan: 10,2%.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses