Oleh: Fahmiy Rahman
Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Kepulauan Selayar yang baru saja digelar bukan hanya ajang rutin untuk memilih presidium baru. Lebih dari itu, Musda seharusnya menjadi momentum lahirnya energi baru bagi KAHMI — energi yang mampu menggerakkan gagasan, jejaring, dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Selama ini, KAHMI dikenal sebagai rumah besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai disiplin ilmu. Dengan modal pengetahuan dan pengalaman yang beragam, KAHMI punya posisi strategis untuk menjadi mitra pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Presidium baru KAHMI Selayar diharapkan tidak berhenti pada urusan struktural, tetapi mampu menerjemahkan semangat Insan Cita HMI ke dalam program-program yang konkret dan berdampak.
Berdasarkan diskusi di Group WA KAHMI Selayar, salah satu rekomendasi menarik datang dari Firdaus, S.H., peserta Musda yang juga seorang nelayan asal Pulau Rajuni. Ia mengusulkan agar KAHMI mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan nelayan melalui program budidaya lobster dan ikan kerapu, lengkap dengan dukungan fasilitas, pendampingan, dan pemasaran hasil produksi.
Gagasan ini mengandung potensi besar karena melibatkan kerja sama antara Pemerintah Daerah, Balai Taman Nasional Taka Bonerate, dan pemerintah desa. Jika dijalankan serius, program seperti ini dapat menekan praktik destructive fishing dan menjaga kelestarian laut Selayar untuk generasi mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

