JK juga menyoroti tantangan yang dihadapi relawan PMI di lapangan, terutama terkait akses transportasi yang sempat terputus di sejumlah titik.
“Kesulitannya terutama transportasi. Antara Banda Aceh dan Tamiang, atau ke daerah lain seperti Meureudu, itu banyak akses yang tidak bisa dilalui. Sekarang sebagian jembatan sudah dibangun kembali,” jelasnya.
Terkait status bencana nasional, JK menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah. PMI, menurutnya, fokus pada tugas kemanusiaan membantu masyarakat terdampak.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam proses pemulihan, terutama dalam membangun kembali rumah dan fasilitas lingkungan.
“Masyarakat harus turut serta dalam membangun rumahnya sendiri. Walau berbeda skalanya dengan tsunami dulu yang memakan lebih dari 200 ribu korban jiwa, setiap satu nyawa tetap sangat berharga”, tutur mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Dengan donasi kemanusiaan yang diterima, PMI berkomitmen mempercepat distribusi bantuan, perbaikan akses, serta pendampingan kepada warga terdampak di Aceh dan Sumatra.(*)
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
