Ia menjelaskan, kekuatan personel pada hari keempat mengalami penambahan signifikan dengan keterlibatan personel Polsek Bontomatene, Basarnas Pos Selayar, petugas Binmas, serta dukungan aktif masyarakat setempat yang memahami kondisi medan. Untuk efektivitas pencarian, tim gabungan dibagi ke dalam empat regu dengan wilayah penyisiran yang berbeda.
Regu pertama melakukan penyisiran intensif di wilayah Alasa dengan fokus pada area perkebunan dan jalur yang sering dilalui warga. Regu kedua menyisir wilayah Barubasa dengan memeriksa titik-titik yang dianggap rawan dan tersembunyi. Regu ketiga bergerak ke wilayah Tanaera untuk melakukan pencarian di area dengan vegetasi yang lebih rapat, sementara regu keempat melakukan pemantauan dan penyisiran di wilayah Tubo’dong.
Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi G.K.M., sebelumnya menjelaskan bahwa laporan orang hilang tersebut diterima dari pihak keluarga korban pada Selasa malam.
“Kami menerima laporan dari anak korban pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu siang dengan tujuan ke rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya, namun tidak pernah tiba di lokasi tersebut,” kata Ronaldhi.
Ronaldhi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan warga, korban terakhir kali terlihat berada di sekitar area perkebunan Alasa, Desa Tanete, sehingga lokasi tersebut menjadi titik awal operasi pencarian sebelum kemudian diperluas ke beberapa wilayah lain berdasarkan informasi lanjutan dari masyarakat.
Hingga berakhirnya kegiatan pencarian hari keempat, korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat serta memperkuat koordinasi antarunsur guna memaksimalkan upaya pencarian.
(Humas Polres)’
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
