Adakah Polisi di Selayar, Warga Minta Tertibkan Harga Bensin Rp50 Ribu per Botol

oleh -
Ilustrasi

SELAYAR, mitrasulawesi.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bensin di APMS maupun pengecer dalam beberapa hari terakhir.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di grup WhatsApp dan grup Facebook WAJAH SELAYAR.

Warga menyebut harga bensin eceran melonjak hingga Rp50.000 per botol di wilayah Bontosikuyu. Sementara di Tahabira, harga Pertamax eceran disebut mencapai Rp25.000 per botol.

“Info penjual bensin gele ki, jari kurir na pakonni. Harga eceran 50rb” tulis salah satu kurir di Selayar.

Pertamina: Kapal Tertahan Gelombang. Pihak Pertamina melalui akun bernama Idho Pertamina menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi disebabkan kondisi cuaca.

“Info chipnya tertahan di jeneponto krn gelombang ombak mas, estimasi nanti subuh tiba di selayar. Tidak mudah menyalurkan BBM double handling, namun kami sll berkomitmen utk memberikan yg maksimal,” tulisnya.

Tanggapan Pemda: Bukan Ranah Teknis. Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Selayar, Mursalim, angkat bicara terkait polemik ini. Ia menegaskan bahwa Pemda bukan pelaksana teknis distribusi BBM.

“Tanyaki transportirnya kenapa bisa terlambat. Penyalurnya bukan pemda, transportirnya bukan pemda, produknya bukan produk pemda, tpi klu ada kendala, pemda yg salah. Kami di bagian ekonomi menjalankan fungsi koordinasi, bukan teknis dan eksekusi,” tulis Mursalim di Grup WA, Selasa (01/9/2026).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Tidek kanabaang kamase,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses