Dua Pustakawan Andalan Sulsel Jadi Narasumber Workshop Transformasi Perpustakaan di Kalimantan Timur

oleh -

Kalimantan timur, Mitrasulawesi.id–Dua orang pustakawan andalan dari Provinsi Sulawesi Selatan, Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi dan Irsan, S.IP, M.IP pustakawan dari DPK Kabupaten Enrekang, diundang khusus oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur untuk menjadi narasumber pada kegiatan Workshop Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Senin (28/11/2022).

 

 

 

Selain Nazaruddin dan Irsan, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpusakaan Nasional RI yang diwakili Pustakawan Utama, Dr. Upriyadi, S.S, M.Hum juga menjadi narasumber dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Timur, Drs. H. M. Syafranuddin, M.M.

Dalam sambutannya se saat sebelum membuka acara Workshop TPBIS ini, Kadis Syafranuddin mengaskan bahwa Program TPBIS merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

 

 

”Transformasi tersebut dapat diwujudkan dalam 4 peran yaitu, perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat, dan pusat kebudayaan. Perpustakaan dirancang lebih berdaya guna bagi masyarakat. Perpustakaan menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat dan Perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Camat Panakkukang Turun Langsung Pantau Satgas dalam Pengerukan Drainase

 

 

Program ini menurutnya, bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kemampuan literasi masyarakat akan semakin meningkat yang akan berujung pada peningkatan kreativitas masyarakat dan memangkas kesenjangan akses informasi.

 

 

”Walaupun program TPBIS di Indonesia sudah mulai dikenalkan sejak era tahun 2011, namun harus diakui bahwa pemahaman terhadap konsep dasar dan strategi implementasi TPBIS dikalangan para pengelola perpustakaan, khususnya perpustakaan umum yang ada di wilayah Kaltim masih sangat terbatas sehingga perlu dilakukan edukasi program TPBIS secara sistematis dan masif,” paparnya.

 

 

”Oleh karena itu, kami menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan workshop TPBIS pada hari ini. Kami menilai materi yang akan disajikan dalam kegiatan ini selama 1 hari penuh akan sangat bermanfaat bagi rekan-rekan pengelola program TPBIS, baik yang berasal dari Perpustakaan Provinsi maupun Dinas Perpustakaan Kabupaten Kota dan para pemangku kepentingan lainnya yaitu BAPPEDA dan DPMPD dalam memahami dan mengimplementasikan program TPBIS di Kalimantan Timur,” tandasnya.

 

 

Sementara itu, Pelaksana kegiatan, Sub Koordinator Pengembangan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang sekaligus PIC Program TPBIS Provinsi Kaltim, Nikko Dwi Nanda A dalam laporannya menjelaskan, tujuan dari Workshop TPBIS ini adalah untuk memperkenalkan dan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022 kepada para pemangku kepentingan terkait pembinaan dan pengembangan perpustakaan di Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Beri Nasehat Apel Pagi, Dandim Ingatkan Personilnya Untuk Menjaga Kesehatan

 

Dr. Upriyadi menyampaikan pemaparan materi tentang Kebijakan Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dipandu moderator Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPKD Kaltim Taufik, S.Sos., M.Si. Sedangkan materi selanjutnya Pengenalan dan Pengelolaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial disampaikan Irsan, S.IP, M.IP yang juga adalah Master Trainer Nasional Program TPBIS.

 

Sementara itu, dalam kegiatan yang diikuti peserta dari Bappeda Provinsi dan Kabupaten Kota se-Kaltim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota se- Kaltim, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kota se-Kaltim dan pustakawan ini, Nazaruddin, yang juga adalah PIC dan Fasilitator Daerah Program TPBIS Sulsel ini menyampaikan materi Berbagi Pengalaman (sharing session) mengelola program TPBIS di Sulsel.

Nazaruddin yang juga adalah mantan ajudan Sekda Prov Sulsel H.A. Muallim ini menjelaskan, Sulsel menjadi mitra Perpustakaan Nasional dalam Program TPBIS ini sejak tahun 2018, dan program ini terimplementasi dengan baik di Provinsi dan di17 Kabupaten Kota dan 72 Perpustakaan Desa di Sulsel.

Baca Juga:  Tinjau Dapur Umum TNI - Polri, Danrem : Guna Membantu Masyarakat Akibat Dampak Covid-19

 

 

Bahkan menurutnya, di bawah kepemimpinan Kepala DPK Sulsel Moh. Hasan Sijaya, S.H, M.H program TPBIS ini telah direplikasi secara mandiri oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 2020, dengan jumlah perpustakaan desa/ kelurahan, perpustakaan lorong, perpustakaan komunitas dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) penerima manfaat replikasi mandiri ini, hingga tahun 2022 ini mencapai 316 perpustakaan yang tersebar di 24 kabupaten kota.

 

 

“DPK Sulsel mampu mengimplementasikan dengan baik tiga strategi dalam program TPBIS ini yaitu strategi peningkatan layanan informasi, strategi pelibatan masyarakat di perpustakaan dan strategi advokasi dengan membangun kemitraan dan memperkuat kegiatan promosi dan publikasi kegiatan. Capaian dari implemetasi TPBIS ini telah mengantar Sulawesi Selatan menjadi Provinsi Terbaik dalam implementasi TPBIS di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, 2019, 2020 dan 2021,” kuncinya. (Tim Humas DPK Sulsel.


Eksplorasi konten lain dari mitra sulawesi

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.